HARIANACEH.co.id — Direktur PT National Energy Solution Norman Edward Sebastian dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia akan dimintai keterangan soal kasus dugaan suap proyek pengadaan zat tambahan bahan bakar tetraethyl lead (TEL) Pertamina tahun 2004-2005 atau yang beken disebut ‘kasus Innospec’.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi tersangka Suroso Atmomartoyo (SAM),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/3/2015).

Suroso merupakan Mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina. Dalam kasus ini, ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Direktur PT Sugih Interjaya Willy Sebastian Liem sebagai tersangka. Willy diduga merupakan penyalur suap dari Innospec kepada Suroso.

Baca Juga:  Pencarian Korban AirAsia QZ8501 Dibantu 17 Penyelam Rusia

Innospec diduga menyuap mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Persero Suroso Atmomartoyo dan mantan Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM Rahmat Sudibyo melalui PT Sugih Indrajaya. Suap tersebut dilakukan agar TEL tetap digunakan dalam bensin produksi Pertamina, yang kala itu dipimpin Ari Soemarno, kakak kandung Menteri BUMN Rini Soemarno.

Penggunaan bahan bakar bensin bertimbal itu tidak diperbolehkan lagi di Eropa dan Amerika Serikat karena dianggap membahayakan kesehatan dan lingkungan. Innospec pun pernah berperkara di pengadilan Southwark, Crown, Inggris pada 26 Maret 2010 yang membuat mereka dikenakan denda USD12,7 juta.

KPK pun tidak menampik kasus Innospec butuh ekstra waktu lantaran kasusnya dinilai agak berbeda dengan kasus lainnya. Pasalnya, kasus ini melibatkan perusahaan luar negeri. KPK sedikit terkendala dengan mekanisme mutual legal assistance (MLA) yang harus disepakati pihak Indonesia dengan Inggris dalam penyidikan.

Baca Juga:  Dana APBN Diyakini Membuat Parpol Lebih Transparan

“MLA ini merupakan jalan penghubung koordinasi dan itu butuh waktu. Kami sudah pergi ke Inggris menggelar pemeriksaan melalui mekanisme MLA,” kata Komisioner KPK Bambang Widjojanto kala itu.

Penyidikan kasus sempat terhenti sejak Willy dan Suroso ditetapkan sebagai tersangka pada 2011 dan 2012. Namun, kedua tersangka telah ditahan KPK pada  Selasa 24 Februari lalu.

loading...