HARIANACEH.co.id — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin pagi bergerak melemah. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2015) lalu, rupiah berada di level Rp12.976/USD. Namun, berdasarkan dataBloomberg, pagi ini, Senin (9/3/2015), rupiah kembali melemah ke level Rp13.047/USD.

Adapun, berdasarkan data Yahoo Finance, kurs rupiah terpantau Rp13.057/USD. Selanjutnya, berdasarkan data terakhir Jakarta Interbank Spot Dollar Rate(JISDOR), pada Jumat pekan lalu rupiah berada di level 12.983/USD.

Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) bagus, indeks dolar tetap kuat, naik tipis hingga penutupan di Sabtu dini hari setelah tingkat pengangguran dan pertambahan tenaga kerja non-pertanian diumumkan membaik.

Baca Juga:  Bursa Wall Street "Drop" Dua Persen Akibat Aksi Jual

“Hal itu kembali membangkitkan harapan kenaikan suku bunga the Fed di tahun ini. Berita positif datang dari Tiongkok dengan surplus perdagangan yang naik. Negosiasi antara Yunani dan Uni Eropa akan dimulai kembali menjelang jadwal pembayaran bunga utang Yunani,” kata tim analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Sementara itu, dari dalam negeri, cadangan devisa membaik, rupiah ditutup menguat. Meski indeks dolar terus naik, rupiah menguat tipis hingga Jumat sore. “Dampak positif diluncurkannya QE oleh ECB sepertinya mengungguli dampak negatif penguatan dolar di pasar global. Cadangan devisa yang naik menunjukkan aliran dana asing yang deras ke Indonesia serta keengganan Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi terhadap pelemahan rupiah. Rupiah diperkirakan kembali menguat hari ini,” ujar mereka.

Baca Juga:  Harga Rokok Naik Rp20 Ribu Per Bungkus Pada Bulan April
loading...