MOGADISHU, HARIANACEH.co.id — Kalah pamor dari grup ekstremis yang jauh lebih sadis dan mendapat sorotan media, militan Al Shabab di Somalia berjuang untuk tetap ‘eksis’ dan relevan.

Sabtu kemarin, dua kelompok militan Islamic State (ISIS) dan Boko Haram sudah menggabungkan kekuatannya, walau baru melalui deklarasi kesetiaan. Namun, aliansi ISIS dan Boko Haram membuat eksesitensi Al Shabab semakin pudar.

“Shabab benar-benar tertutupi bayangan ISIS,” ucap Ken Menkhaus, seorang pakar konflik Somalia dan profesor Universitas Davidson di North Carolina, Amerika Serikat.

Meski sudah bergabung dengan Al Qaeda pada 2012, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Al Shabab dapat beralih ke ISIS. “Shabab telah memperbarui hubungannya dengan Al Qaeda, tapi belum pernah satu kali pun mengatakan sesuatu yang negatif tentang ISIS,” sebut Kepala Riset Sahan di Nairobi, Matt Bryden, seperti dikutip AFP, Selasa (10/3/2015).

Baca Juga:  Melania Trump Diolok-olok Karena Sesumbar Hapus 'Cyber Bullying'

Sejumlah situs dan saluran radio Al Shabab secara antusiasi menyiarkan berita ISIS, termasuk aliansinya dengan Boko Haram.

Debat di tubuh internal Al Shabab terkait kemungkinan pindah ke ISIS terus memanas, terutama setelah petinggi mereka, Ahmed Abdi Godane, tewas dalam serangan misil Amerika Serikat (AS) tahun lalu.

Sebelum ISIS bersinar, Al Shabab mampu menarik perhatian simpatisan dari seluruh dunia, termasuk ‘Jihadi John’ yang kini menjadi algojo ISIS. Mohammed Emwazi yang diduga kuat sebagai ‘Jihadi John’ dituding pemerintah Inggris berusaha pergi ke Somalia via Tanzania pada Agustus 2009.

loading...