HARIANACEH.co.id — Kepala SMA 3 Jakarta Retno Listyarti diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Retno berurusan dengan polisi setelah menskorsing sejumlah murid selama satu bulan lebih.

Retno datang ke Bareskrim, Selasa (10/3/2015) siang. Dia didampingi anggota Dewan Penasihat Federasi Serikat Guru Indonesia dan sejumlah guru SMA 3 Jakarta.

“Semangat, Bu! Berjuang menegakkan kebenaran!” teriak anggota Dewan Penasihat dan guru SMA 3 Jakarta.

“Ini adalah kejadian tidak umum. Belum ada yurisprudensinya, guru dipenjara karena menegakkan aturan. Tidak ada itu,” kata Guntur, Ketua Dewan Penasihat Federasi Serikat Guru Indonesia, seperti diwartakan Metrotvnews.com.

Kasus yang menyeret Retno bermula pada 30 Januari 2015, saat sejumlah siswa kelas IX mengeroyok seorang alumni di sekitar sekolah. Pengeroyokantertangkap CCTV.

Baca Juga:  Pengetahuan Industri Keuangan Jadi Bekal Penyidik KPK

Setelah menggelar rapat dewan guru, tiga pengeroyok–AR, PT, dan PC–akhirnya dijatuhi sanksi. Mereka tak boleh mengikuti kegiatan belajar dan mengajar selama 39 hari.

Tapi, orangtua salah satu murid tidak terima dengan keputusan itu. Dia lalu melaporkan Retno ke Polda Metro Jaya dengan tuntutan Pasal 77 Nomor 35 tahun 2014 tentang Diskriminasi Anak.

loading...