HARIANACEH.co.id — Bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana tak memenuhi pemeriksaan Bareskrim Polri Jumat pekan lalu. Denny kembali dipanggil Kamis 12 Maret pekan ini.

Denny diperiksa sebagai saksi penyelidikan dugaan korupsi proyek payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM. Penyidik berharap Denny kooperatif.

“Kita panggil sebagai saksi dan status hukum (masih) saksi,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (10/3/2015).

Rikwanto menjelaskan, Bareskrim Polri belum meningkatkan status hukum Denny dari saksi menjadi tersangka. Pasalnya, penyidik membutuhkan informasi tambahan berupa bukti dan pernyataan saksi lain sebelum mengambil satu kesimpulan.

Baca Juga:  Pencarian AirAsia Diintensifkan, Kondisi Cuaca Sudah Lebih Baik

Sejauh ini sudah 12 saksi yang menjalani pemeriksaan. Salah satunya adalah mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin. “12 saksi ini sudah diperiksa semua,” kata Rikwanto.

Sebelumnya Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso menegaskan ada indikasi kuat keterlibatan Denny dalam kasus tersebut. Pemeriksaan saksi, alat bukti, dan hasil audit, cenderung mengarah kepada Denny.

Pemeriksaan Denny merujuk laporan pada 24 Februari lalu. Penyidik menemukan informasi bahwa ada uang lebih yang sengaja dipungut dalam sistem payment gateway pelayanan pembuatan paspor diseluruh kantor Imigrasi. Bahkan, uang lebih tersebut bukan dimasukan ke bank penampung, melainkan disetor ke bank lain yang menjadi vendor.

loading...