PEKALOGAN, HARIANACEH.co.id — Warga penerima raskin menjual kembali karena tidak layak konsumsi. Bupati Pekalongan, Jawa Tengah Amat Antono geram dan meminta agar segera diganti sebelum dilakukan pembagian.

Pemantauan Media Indonesia di Pantura, Selasa (10/3), pembagian beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang berlangsung di puluhan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan tidak mendapat antusias warga, karena beras yang dibagikan berkualitas buruk dan tidak layak konsumsi.

Ratusan karung beras yang sudah dibuka dan didistribusikan selain berwarna kuning kehitaman, juga berkutu tersebut terpaksa diterima. Namun karena tidak layak untuk dikonsumsi, warga menjual beras itu kembali kepada para tengkulak dengan harga Rp3.000-Rp4.000 per kilogram.

“Berasnya tidak dapat dikonsumsi, sehingga kita jual karena berwarna coklat dan berkutu,” kata Marjani,34,Warga Kelurahan Sijeruk, Kecamatan Sragi, Pekalongan.

Baca Juga:  Kuliah Berbasis Internet Diluncurkan Boediono

Kepala Desa Sijeruk Kirnoto mengatakan buruknya raskin yang dibagikan tersebut tidak hanya terjadi kali ini. Tahun-tahun sebelum ini juga terjadi hal serupa sehingga warga memilih menjual kembali, kemudian oleh tengkulak beras tersebut dibuat tepung.

Sementara itu Bupati Pekalongan Amat Antono usai memantau pembagian raskin di beberapa desa mengaku geram dengan kualitas beras untuk masyarakat miskin untuk Januari dan Februari yang buruk itu. Sehingga dia meminta Bulog untuk segera mengganti sebelum dibagikan kepada warga.

“Kualitas sangat buruk ini terjadi tidak hanya pada satu atau dua kelurahan, tetapi hampir semua kelurahan. Jangan karena untuk warga miskin lalu diberikan ala kadarnya,” kata Amat Antono.

Hal serupa juga terjadi di Demak. Akibat kualitas raskin yang buruk warga terutama ibu rumah tangga dari Desa Morodemak melakukan unjuk rasa ke Bulog Demak dan memaksa agar dilakukan penggantisn.

Baca Juga:  BUMDes akan Topang Lumbung Ekonomi Desa

“Raskin yang kita terima tidak layak konsumsi. Jadi kami minta Bulog mengganti,” kata Marwati, warga Morodemak, Demak.

Kepala Gudang Bulog Demak Sub Drive I Semarang Sri Hartati akan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Berdasarkan hasil sample yang ada, kualitas beras tersebut memang cukup buruk sehingga Bulog akan segera melakukan penggantian.

“Dari sample yang dibawa memang berkualitras buruk. Kita akan telusuri di lapangan dan jika menemukan hal itu langsungh kita ganti,” ujarnya.

Buruknya beras tersebut, demikian Sri Hartati, dapat terjadi karena terlalu lamanya penyimpanan yakni sekitar 6 bulan. Selain itu raskin yang terhitung murah tidak dapat tahan lama dibanding beras kualitas premium.

loading...