INTERNASIONAL

Mahasiswa India Ditolak Magang di Jerman karena Banyak Perkosaan

BERLIN, HARIANACEH.co.id — Seorang profesor di Jerman menolak seorang mahasiwa India untuk magang di kampus tempat ia mengajar. Alasannya, karena di India banyak kasus perkosaan.

 Profesor dari Leipzig Univesity Annette Beck-Sickinger menolak seorang mahasiswa India yang melamar untuk magang dengan alasan tersebut. Ia mengatakan bahwa penolakan banyak datang dari profesor perempuan di Jerman.
Duta Besar Jerman untuk India pun akhirnya menegur Profesor Beck-Sickinger terkait komentarnya. Bagi dosen perempuan itu, pemerkosaan yang dan hak-hak perempuan tengah menjadi perdebatan publik di internet.
Menurut profesor itu bahwa terlalu banyak masalah perkosaan di India. Banyak mahasiswi di kelompoknya yang tidak dapat menerima mahasiswa asal India.
Komunikasi melalui email antara mahasiswa dan profesor itu beredar luas setelah diunggah oleh rekan mahasiswa tersebut. Duta Besar Jerman untuk India menanggapi kontroversi itu dengan mengatakan, India bukanlah negaranya para pemerkosa.
Michael Steiner menulis surat kepada Beck-Sickinger dengan mengatakan bahwa sikap profesor itu yang terlalu menyederhanakan dan mendiskriminasi secara umum merupakan penghinaan bagi jutaan warga India yang taat hukum, toleran, berpikiran terbuka dan bekerja keras.
“Pada akhirnya Profesor Beck-Sickinger meminta maaf atas komentar-komentarnya seraya mengatakan ia tidak bermaksud mendiskriminasi masyarakat India. Kedutaan Besar Jerman pun memuat permintaan maaf itu di situs webnya,” tulis VOA Indonesia, Rabu (11/3/2015).
Masalah kekerasan seksual di India mendapat pemberitaan luas di media setelah pemerkosaan beramai-ramai yang akhirnya menewaskan korban, seorang mahasiswi berusia 23 tahun di New Delhi pada 2012.
Pekan lalu, Pemerintah India melakukan sensor penayangan film dokumenter mengenai kasus tersebut, di mana salah seorang pelaku tidak menunjukkan penyesalan atas pembunuhan itu. Tindakan itu diambil dengan alasan film itu akan menyulut ketegangan di India.
Para pengecam menyatakan pemerintah hanya berupaya meredam perdebatan mengenai isu penting ini.

TERPOPULER

Keatas