SYDNEY, HARIANACEH.co.id — CEO maskapai AirAsia Tony Fernandes mengaku pantang menyerah dalam mencari jasad korban penerbangan QZ8501 yang terjatuh di perairan Indonesia tahun lalu.

Lebih dari 100 jenazah telah ditemukan beserta dua kotak hitam (black box), sejak QZ8501 yang berangkat dari Bandara Juanda Surabaya menuju Singapura terjatuh pada 28 Desember 2014. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 162 orang.

“Pesan saya adalah kami tidak akan menyerah. Keluarga korban mengetahui hal ini karena saya berbicara dengan mereka setiap hari,” ucap Fernandes pada awak media di Sydney, Australia, Kamis (12/3/2015).

Baca Juga:  Unggah Video Intim, Pasutri Ini Selamatkan Pernikahan

“Kami terbilang berhasil melakukan operasi pencarian di lautan. Mendapatkan lebih dari 50 persen (jenazah dan puing) bisa dibilang sebagai kesuksesan besar,” sambung dia, seperti dikutip AFP.

Namun Fernandes mengatakan pencarian jasad korban QZ8501 tidak bisa berlangsung terus “tanpa batas waktu”.

“Ada jangka waktu tertentu dan kami telah mencapai kata sepakat dengan keluraga korban bahwa pencarian ini bukan sesuatu yang bisa terus dilakukan tanpa batas waktu,” sebut dia.

“Namun sangatlah penting bagi kami bahwa keluarga menyetujui hal ini. Saya perkirakan tujuh hingga sepuluh hari ke depan, dan mungkin kami akan mengakhiri pencarian,” tambah Fernandes.

Badan Sar Nasional (Basarnas) telah resmi menutup operasi pencarian pokok QZ8501 pada 3 Maret. Namun, Basarnas masih melakukan operasi pencarian berskala kecil untuk mencari sisa korban hilang.

Baca Juga:  Mantan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia, Pangeran Saud al-Faisal Meninggal Dunia
loading...