HARIANACEH.co.id¬†—¬†Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Busyro Muqoddas angkat bicara soal wacana pemberian remisi kepada terpidana korupsi. Ia menilai, narapidana kasus korupsi tidak layak mendapat diskon masa hukuman.

“Terminologi diskriminasi relevan untuk kejahatan dalam klasifikasi umum yang berlaku pada ketentuan kejahatan umum. Faktanya, ada jenis kejahatan yang bersifat khusus, misalnya, terorisme dan korupsi. Untuk kejahatan ini justru perlu didiskriminasi sebagai bentuk diskriminasi positif,” kata Busyro di Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Menurut dia, rasuah punya sifat dan karakteristik berbeda dengan kejahatan biasa. Korupsi dapat membunuh perlahan rakyat dan melumpuhkan fungsi-fungsi lembaga negara. “Justru tidak mencerminkan nalar keadilan jika disamakan dengan pelaku kejahatan umum,” terang Busyro.

Baca Juga:  FHB Soelistyo: Kita Tidak Akan Membiarkan Saudara Kita di Bawah Laut

Busyro menambahkan, dalam teori pemidanaan, diskriminasi adalah hal yang wajar. Ia justru menilai aneh bila pemerintah yang berkomitmen memberantas korupsi, tapi permisif memberi remisi pada para koruptor.

“Agar jadi kebijakan yang sistemik dalam memberi efek jera terhadap koruptor, pemerintah hendaknya berjiwa besar dan berhati-hati,” pungkas dia.

loading...