HARIANACEH.co.id —¬†Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bisa mencapai level 6.000 sebelum akhir tahun ini. Namun, harus diimbangi dengan nilai tukar rupiah yang membaik terhadap dolar AS (USD).

Senior Economist, Fauzi Ichsan mengatakan, nilai rupiah yang mendarat di level Rp13.200 per USD memberikan sentimen negatif bagi gerak IHSG. Untuk itu, rupiah harus dijaga dengan baik, jangan sampai merosot lebih tajam lagi.

“Saya harap pemerintah bisa tahan laju rupiah, agar tidak merosot lagi. Kalau bisa ditahan, saya optimistis IHSG bisa di posisi 6.000 sebelum akhir tahun ini, paling penting jangan sampai ke level Rp13.500-Rp14.000 per USD,” kata Fauzi, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/3/2015).

Baca Juga:  Parpol Aceh: Kedaulatan Rakyat Adalah Hal Utama untuk Atasi Kemiskinan

Masih membaiknya IHSG di tahun ini, diperkirakannya jika sektor konstruksi, infrastruktur, dan farmasi masih menjadi pilihan pelaku pasar untuk masuk ke pasar modal di tahun ini.

Adapun saham-saham yang patut dilirik oleh investor lebih banyak mengarah ke perusahaan pelat merah, seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Beton (Persero) Tbk (WTON), dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

Sekadar diketahui, gerak IHSG pada Jumat (13/3/2015) bergerak melemah 13,37 poin atau setara 0,25 persen ke posisi 5.426,47, dari posisi 5.439,83 di perdagangan sebelumnya.

loading...