HARIANACEH.co.id —┬áJuru bicara Tim 9 Jimly Asshidiqie memastikan Kepolisian akan menghentikan penyidikan polisi terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Menurut dia, pernyataan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Budi Waseso yang mengatakan polisi tak bakal berhenti menyidik Novel, tak berlaku lagi.

“Mungkin maksudnya retorika, jangan salah paham, penyidikan tersebut kan ditunda dalam rangka penyelesaian masalah KPK-Polri,” kata Jimly d KPK, Jumat malam, 13 Maret 2015.

Pemanggilan yang masih dilakukan Kepolisian Daerah Bengkulu, menurut Jimly bakal berhenti. “Pemanggilan belakangan itu mungkin yang terakhir kali,” ujar Jimly.

Sebelumnya Budi Waseso mengatakan tak mau menghentikan pengusutan kasus Novel. “Prosesnya tetap berjalan dan kini disidik Polda Bengkulu,” kata Budi Waseso sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat, 13 Maret 2015.

Baca Juga:  Tim Polda Bergerak Cepat Cari Sang Penulis Setelah Twitter Akseyna Bercuit

Menurut Budi, kasus Novel berada di luar kesepakatan antara pimpinan KPK, pimpinan Polri, dan Jaksa Agung. Sebelumnya tiga pimpinan lembaga tersebut sepakat untuk menenangkan diri dengan cara menghentikan sementara pemanggilan-pemanggilan pemeriksaan kasus yang menyangkut anggota KPK maupun Polri.

Perkara Novel mencuat pada 2012, ketika Novel menjadi penyidik utama kasus korupsi Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Banyak kalangan yang menilai penetapan tersangka itu sebagai serangan balik polisi karena saat itu KPK baru saja menetapkan Djoko sebagai tersangka.

Polisi pun sempat menggeruduk KPK untuk menangkap Novel. Kasus ini dihentikan sementara setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melerai perseteruan KPK-Polri ketika itu.

Baca Juga:  KIP dan KIS Disarankan Ahok Agara Gunakan Chip

Kasus yang dituduhkan polisi kepada Novel terjadi pada 2004. Novel disangka menganiaya seorang pencuri sarang burung walet hingga tewas. Investigasi KPK menemukan bahwa pencuri itu tewas di rumah sakit setelah dihajar anggota Polres Bengkulu. Novel membantah terlibat dalam penganiayaan itu.

Sedangkan Tim 9 merupakan tim yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk meredakan ketegangan KPK-Kepolisian. Dua lembaga itu memanas setelah KPK menetapkan bekas calon Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka. Polisi lantas ‘balas dendam’ dengan mengusut puluhan pegawai KPK, termasuk dua pimpinan komisi yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

loading...