HARIANACEH.co.id — Port Vila, Badai dahsyat yang melanda Vanuatu dikhawatirkan menyebabkan banyak korban jiwa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapatkan laporan bahwa 44 orang tewas dalam kejadian ini.

Badan siklon Pam yang melanda Vanuatu, Sabtu (14/3/2015) tersebut menyebabkan kerusakan parah di Negara Pasifik tersebut. Sebelumnya pihak pemerintah menyebutkan delapan orang tewas akibat terjangan badai.

Namun pihak PBB mendapatkan laporan belum terkonfirmasi bahwa korban tewas mencapai 44 jiwa. Tetapi PBB masih terus menyelidiki laporan tersebut.

“Terlalu dini untuk mencari kepastian dari jumlah korban. Laporan awal menyebutkan bencana alam ini bisa menjadi salah satu yang terburuk di wilayah Pasifik,” ujar Eksekutif Direktur UNICEF Selandia Baru Vivien Maidaborn, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (14/3/2015).

Baca Juga:  Terkait Muslim di AS, Marco Rubio Jegal Donald Trump

“Besarnya kekuatan badan dan ditambah ketidaksiapan masyarakat, bisa menimbulkan kehancuran di sebagian wilayah ini,” lanjutnya.

Warga di Ibu Kota Port Vila menghabiskan waktu di tempat penampungan, di saat badai melanda. Ketika badai mereda, mereka melihat kerusakan parah di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Situasi saat ini sangat buruk.  Rumah hancur, pohon tumbang dan jalanan terblokir. Warga berkeliaran untuk meminta bantuan,” tutur relawan Save the Children, Tom Skirrow di Port Vila.

Sementara Kepala United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs in the Pacific, Sune Gudnitz mengatakan, jumlah korban tewas mungkin akan terus bertambah. Untuk saat ini, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti korban tewas.

Baca Juga:  Inilah Deretan Negara-Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
loading...