HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Duo Penyanyi Rap Berhijab yang Mendunia

1

HARIANACEH.co.id — Mengenakan hijab, menjauhi alkohol atau salat lima kali sehari mungkin bukan prinsip seorang rapper. Tapi tidak demikian dengan duo rapper muslim asal London.

Di dunia musik yang didominasi kaum laki-laki, Muneera Williams dan Sukina Owen-Douglas mendobrak pembatas di pentas hip-hop dengan membentuk grup rap ‘Poetic Pilgrimage’.

“Ada dikotomi di dunia musik,” kata Owen-Douglas (33) kepada Telegraph saat menjelaskan kontradiksi yang sering mereka temui.

Beberapa hari Owen berjalan-jalan menggunakan hijab dengan headphone di telinga mendengarkan Wu-Tang Clan. Sekilas ia melihat dirinya di cermin dan tertawa.

“Seseorang akan melihat saya dan mungkin berpikir saya tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, tapi saya suka mendengarkan rap,” tuturnya.

Duo rapper ini menyadari bahwa mereka telah berhasil menangkis stereotip Muslim yang anti-musik Barat.

“Mereka pikir kami akan membaca puisi atau bernyanyi, sesuatu yang lemah lembut. Tapi kami menggunakan musik rap yang sangat keras,” ujar Owen.

“Saya tidak berniat menjadi sok benar, tapi saya berusaha untuk menjadi seperti ini. Kita bisa nyanyi rap sama kerasnya seperti orang lain. Kami bukan semacam bunga yang rapuh,” imbuhnya.

Keduanya telah menjadi penyanyi rap selama hampir 10 tahun hingga sekarang. Mereka meninggalkan kampung halaman mereka di Bristol untuk belajar di University of London.

Mereka menangkis stereotip dari kedua kubu, baik rekan-rekan Muslim yang memandang negatif jenis rap dan rekan-rekan non-Muslim yang menganggap mereka berusaha mengangkat citra bagaimana seorang perempuan Muslim seharusnya.

“Itu semua karena kami perempuan dan kami berkecimpung dalam bidang musik,” kata Williams (34) menambahkan.

Selama pertunjukan di pusat-pusat komunitas Muslim, Williams dan Owen-Douglas kadang diminta untuk duduk sepanjang penampilan mereka. Namun dalam acara lain, penyelenggara meminta mereka untuk melakukan performance di balik layar.

Sudah menikah, Owen-Douglas mengatakan bahwa orang-orang sering memberitahu suaminya agar melarang istrinya memamerkan suaranya di atas panggung.

Namun suami Owen-Douglas tak terlalu memaksakan istrinya karena dia tahu dunia mereka ada di musik rap.

Mengenai kritik dari luar komunitas Islam, keduanya mengatakan kebanyakan mereka berbicara tentang citra perempuan terkait busana yang dikenakan.

“Orang-orang selalu ingin, Anda harus menulis sebuah lagu tentang Alquran. Mereka ingin kita menjadi gadis poster mereka dan tidak mengatakan ha-hal yang menentang (Muslim).”

Poetic Pilgrimage menciptakan musik dan menyebarkan citra mereka sendiri. Mereka menggabungkan warisan budaya Karibia dan iman mereka, yang mereka rangkum selama 10 tahun ke dalam musik.

Lagu-lagu grup rap ini berisi tentang motivasi, pemberdayaan perempuan dan isu-isu sosial dan politik. Dan masuknya mereka ke dalam Islam tidak mengikis warisan Karibia atau Inggris mereka.

“Beberapa orang berpikir. Barat dan Islam tidak dapat bertemu. Tapi kami tidak pernah punya sikap seperti itu karena itulah kami.”

loading...