HARINACEH.co.id¬†—¬†Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, standar keterbukaan informasi di Indonesia terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan ASEAN Disclosure Standards yang disusun oleh ASEAN Capital Market Forum. Skema standar tersebut sudah dilakukan oleh Malaysia, Singapura, dan Thailand sejak April 2013.

“Disamping standar minimum, ada yang diperlukan di Indonesia sesuai Undang-Undang yang berlaku. Ada tujuh aturan additional (tambahan) yang lebih ketat. Di peraturan disclosure kita, investor harus mengungkapkan penggunaan dana hasil penawaran umum. Di ASEAN tidak diterapkan. ‘Plus-plus’-nya malah lebih baik dari yang disyaratkan,” ungkap Nurhaida.

Baca Juga:  World Economic Islamic Forum, Indonesia Jadi Tuan Rumah

Menurutnya, dengan aturan keterbukaan informasi yang lebih ketat, investor baru dari negara ASEAN banyak yang menginginkan adanya perubahan aturan di Indonesia.

“Memang kalau ada negara lain yang melakukan penawaran di Indonesia, mereka harus ikut ini. Nah, bagi mereka ini kan tambahan disclosure, kalau bagi kita, sudah terbiasa. Mereka ingin yang standar saja, jangan ada plusnya,” tukas Nurhaida.

Oleh karena itu, Nurhaida menilai kerja sama secara bebas antarpialang (broker) se-ASEAN masih jauh dari kata terealisasi. Pasalnya, harus ada negosiasi terlebih dahulu antar ‘OJK’ di masing-masing negara kawasan ASEAN untuk mengharmonisasi aturan yang ada. Kendati demikian, investor asing tetap bisa masuk ke dalam pasar modal Indonesia dengan tetap melaksanakan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga:  IHSG Anjlok di Awal Pekan

Nurhaida juga menampik adanya MEA akan membuat broker asing bisa menjamur di Tanah Air. Yang terpenting dari MEA, kata dia, kerja sama antar broker, bursa sebagai fasilitator, dan OJK sebagai regulator lebih kepada pelaporan standar yang sudah dilakukan oleh masing-masing negara dan adanya hubungan yang terjalin se-kawasan Asia Tenggara.

“Di ASEAN Capital Market Forum harus dipahami betul bahwa tidak mungkin semua masuk secara bersama-sama. Tidak semua bebas. Yang terpenting standar dan koneksi harus terjalin,” pungkasnya.

loading...