SEMARANG, HARIANACEH.co.id — Ribuan industri di Jawa Tengah terancam gulung tikar karena terpukul dampak kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah. Nilai tukar rupiah yang mencapai angka Rp 13.245 per dolar Amerika Serikat membuat sebagian besar industri tak kuat mendatangkan bahan baku dari luar negeri dalam jangka waktu lama.

“Kalau seperti ini terus, 3-4 bulan lagi pasti kolaps,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi di Semarang, Senin, 16 Maret 2015.

Frans menyebutkan hampir seribu industri di Jawa Tengah menggunakan bahan baku impor yang pembeliannya sangat terpengaruh nilai tukar rupiah. Industri itu memerlukan bahan baku impor lebih banyak ketimbang muatan lokalnya, yakni sekitar 60-70 persen. “Ini berpengaruh pada pembengkakan biaya karena harga bahan baku ikut tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:  Gol Benteke Gagalkan Chelsea Raih Poin Penuh

Menurut Frans, industri yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri antara lain tekstil, kaca, baja, dan aneka makanan-minuman. Frans mengakui sebenarnya banyak bahan baku yang bisa digunakan dari dalam negeri, tapi masih terhambat pengolahan menjadi bahan baku yang sama-sama memerlukan biaya tinggi.

Pengusaha berharap pemerintah ikut mengintervensi masalah yang dihadapi industri, salah satunya cara menstabilkan kualitas bahan baku lokal. “Sumber dalam negeri banyak, hanya pengelolaan menjadi bahan baku perlu biaya besar lagi,” katanya.

loading...