HARIANACEH.co.id — Dua warga Desa Ncandi, Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, tewas disambar petir pada Minggu, 15 Maret 2015. Dua warga lainnya terluka.

Menurut keluarga korban, Nur Wahidah, sebelum kejadian, Jaya Purnama serta Hasnah dan Majid—dua korban tewas—sedang bekerja di sawah. Namun, saat hujan turun lebat disertai petir, mereka lantas berteduh di pondok di sekitarnya.

“Ada tujuh orang yang istirahat di pondok, termasuk Jaya, Hasnah, dan Majid,” tutur Wahidah seperti dilansir laman Tempo. Hasnah dan Majid langsung dimakamkan kemarin siang.

Wahidah menuturkan, saat beristirahat itulah petir menghantam pondok yang baru dibangun iparnya tersebut beberapa hari lalu.

Baca Juga:  Johan Budi Rangkap Jabatan Setelah Resmi Jadi Deputi Bidang Pencegahan KPK

“Hasnah luka pada bagian leher, sedangkan Majid luka pada bagian perut,” kata Wahidah. Keduanya meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Jaya Purnama, 35 tahun, dilarikan ke rumah sakit karena terluka parah.

“Kira-kira setengah jam duduk di gubuk,” kata Jaya di pembaringan. Jaya kaget, tubuhnya seperti melesat ke atap dan sempat meraih penyangga. Dia pingsan beberapa menit. Setelah sadar, dia mendapati tubuhnya sudah terkulai.

Kepala Desa Ncandi, Ahmad, mengatakan ada empat warganya yang tersambar petir. Dua tewas dan dua terluka. “Jaya masih menjalani perawatan karena luka bakar pada bagian muka dan perutnya,” ujar Ahmad kemarin.

loading...