HARIANACEH.co.id — Pemerintah Korea Selatan akan mengumumkan negaranya bebas virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dalam waktu dekat. Pengumuman itu didasari pada fakta penurunan jumlah warga yang terjangkit virus yang bermula dari kawasan Timur Tengah itu.

Demikian ungkap Duta Besar Korea Selatan untuk RI, Cho Taiyong, ketika memberikan keterangan pers di gedung Kedutaan Besar mereka di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Juli 2015.

Menurut Cho, dalam empat hari terakhir, sudah tak ada lagi warga Negeri Ginseng yang terjangkit virus tersebut.

Data yang dimiliki Kementerian Kesehatan Korsel mencatat dari 182 kasus Mers, sebanyak 97 pasien di antaranya telah diizinkan pulang dari rumah sakit. Walaupun jumlah pasien yang meninggal tergolong tinggi yaitu 33 orang. Total pasien yang masih dirawat saat ini mencapai 52 orang.

Cho mengaku optimis karena kondisi di Negeri Ginseng akhir-akhir ini sangat terkendali. Jumlah pasien yang diisolasi pun kian menurun.

Baca Juga:  320 Teroris Tewas Akibat 59 Serangan Yang Dilancarkan Rusia di Suriah

“Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah mengumumkan agar tak memberikan batasan dalam bidang perdagangan dan kunjungan. Mereka juga tak pernah mengumumkan Korsel dalam status darurat,” papar Cho.

Oleh sebab itu, Cho berani menjamin Korsel aman untuk dikunjungi oleh para turis. Wisatawan asing yang berkunjung ke Korsel pun, disebut Cho belum ada yang terjangkit virus Mers.

Kendati yakin Korsel akan bebas Mers, namun Cho belum berani mengumumkan kapan virus tersebut benar-benar tak lagi mewabah di sana. Dia juga tak berani menjamin jika di masa mendatang virus Mers tak kembali menghampiri Korsel.

“Namun, dari pengalaman berharga ini kami telah belajar dan memiliki rencana penanggulangan terhadap penyakit semacam itu. Pemerintah pun tengah membuat rencana untuk penanggulangan 10 penyakit, termasuk Mers di wilayah Korea. Salah satu caranya dengan mengundang berbagai ahli untuk berkolaborasi mencari solusi atas penyakit tersebut,” Cho menambahkan.

Baca Juga:  Pengungsi Suriah di Turki Terima Bantuan Uni Eropa

Salah satu ahli yang akan diundang, kata Cho, berasal dari Amerika Serikat. Wabah virus Mers memukul industri pariwisata di Korsel.

Cho menyebut sebanyak 130 ribu turis asing di bulan Juni membatalkan kunjungan mereka ke Negeri Ginseng. Sebanyak 2.000 di antaranya berasal dari Indonesia.

Padahal, Korsel merupakan salah satu negara tujuan favorit para turis asing untuk berwisata. Tak kurang dari 14 juta turis asing berkunjung ke Korsel. 208 ribu di antaranya merupakan orang Indonesia.

Salah satu faktor penarik mereka berkunjung ke Korsel, diakui Cho karena kian populernya musik pop atau yang lazim disebut K-Pop. Bahkan, pada bulan Juli ini Badan Pariwisata Korsel (KTO) mengundang jurnalis asal Indonesia untuk membuktikan Negeri Ginseng sudah aman dari Mers.

Kunjungan akan didampingi oleh staf dari Kementerian Kesehatan RI dan dokter ahli penyakit menular. Dengan cara demikian, para jurnalis bisa menyampaikan secara langsung kepada publik Korsel sepenuhnya aman dari Mers.

loading...