,

Keluarga Alm. Nurdin Abdurrahman Angkat Bicara Soal Ambil Alih Yayasan Unigha oleh Pemkab Pidie

HARIANACEH.co.id — Rabu (1/7/2015), setelah Bupati Pidie Sarjani mengambil alih Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur pada hari selasa (30/6/2015) serta membentuk struktur baru kepengurusan Yayasan Unigha, beragam Masyarakat dan Mahasiswa memberikan tanggapan, ada yang mendukung dan ada juga yang mempertanyakan kaabsahan pengambil-alihan paksa yayasan tersebut, apakah memang benar yayasan telah memberikan aset dan kepemilikannya ke Pemkab?

Seperti dilansir media cetak harian serambi, pemkab Pidie juga telah merestrukturisasi kepengurusan Yayasan. Syafari Haitami ditunjuk sebagai ketua Yayasan, dan menariknya lagi pada struktur tersebut terdapat dua orang sosok keluarga Alm. Nurdin Abdurrahman (Mantan Bupati Pidie) yaitu Cut Rosminar (Istri Alm) dan Diana Devi (Putri Alm).

Saat tim HARIANACEH.co.id meminta klarifikasi kepada Diana Devi (Putri Alm) terkait pengambil-alihan Yayasan kampus jabal ghafur kepada Pemkab yang dilakukan kemarin di Oproom Kantor Bupati Pidie, Devi dengan tegas mengatakan tidak ada keputusan yayasan yang menyerahkan aset dan kepemilikan yayasan pembangunan kampus Jabal Ghafur ke Pemkab Pidie dikarenakan yayasan sendiri belum pernah duduk rapat, ada apa sebenarnya dengan keputusan Sarjani “Bupati Pidie” yang tiba-tiba mengambil-alih paksa hanya dengan dihadiri oleh 3 orang dari yayasan yaitu : Syafari Haitami, M. Nasir, dan Abdurrrahman Puteh. Secara aturan hukum, di saat yayasan ingin menyerahkan aset kepada siapapun harus melalui mekanisme rapat yayasan yang diputuskan oleh 2/3 pengurus yayasan.

“Tidak benar kami pernah memutuskan penyerahan aset dan kepemilikan Kampus Jabal Ghafur kepada Pemkab Pidie, di sini kami merasa dipermainkan sepihak, dan saya selaku juru bicara keluarga tidak mengizinkan pencatutan nama saya dan ibu saya “Cut Rosminar” dalam struktural yayasan yang baru seperti yang tersebut di media cetak Harian Serambi Indonesia pada Selasa (30/6/2015).” paparnya.

“Bukankah kasus dualisme rektorat yang menggugat Yayasan sedang bergulir di PTUN, jadi tolong hargai proses hukum, apakah hukum tidak berlaku lagi di Aceh sampai-sampai pemerintahan daerah mengambil langkah sendiri.” tutup Devi. (HAI/Nas)

loading...

7 Sifat Yang Hanya Dimiliki Oleh Calon Pengusaha Sukses

Wakil Bupati Pidie Jabat Ketua Pembina Yayasan Jabal Ghafur Baru