HARIANACEH.co.id — Pemerintah belum berfikir untuk memangkas belanja pemerintah meski pendapatan negara dari penerimaan pajak diprediksi meleset (shortfall) Rp120 triliun di 2015.

Pasalnya, pengurangan belanja modal akan membuat molornya pembangunan infrastruktur sehingga efeknya yakni tak bisa memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Belum terfikir ke sana, karena kita sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).

Menurut Sofyan, masih ada cara yang bisa dilakukan untuk menutup shortfall pendapatan,  yakni dengan pinjaman  (utang) luar negeri baik secara multilateral maupun bilateral.

Saat ini, posisi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih terbilang rendah. Rasionya dari PDB baru sekitar 25 persen. Sehingga masih ada ruang untuk menambah utang.

Baca Juga:  Pemerintah Batal Mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi

“Kita pernah 100 persen terhadap PDB waktu 1998, Yunani dan banyak negara rasio utangnya di atas 200 persen PDB, kita baru 25 persen,” tuturnya.

Lagi pula utang yang digunakan kali ini bukanlah untuk menutupi program yang tak berfaedah, misalnya subsidi melainukan untuk pembiayaan belanja modal.

“Selama ini kita pakai utang untuk membakar BBM, itu yang tidak bagus. Seperti halnya dalam rumah tangga. Pendapatan anda terbatas, anda utang tapi untuk makan, nah itu yang berbahaya,” pungkasnya.

loading...