, ,

Google Diminta Pengadilan Jepang untuk Hapus Rekam Kriminal Seseorang

HARIANACEH.co.id — Di Eropa, Google setuju bahwa masyarakat memiliki hak untuk dilupakan. Pada dasarnya, hak ini berarti seseorang dapat meminta Google untuk menghapus informasi tertentu mengenai dirinya yang muncul pada mesin pencari Google.

Tentu saja, saat ini, peraturan ini hanya berlaku pada mesin pencari Google, yang berarti informasi yang sama masih mungkin akan muncul di mesin pencari lain.

Meskipun begitu, mengingat Google adalah perusahaan dengan mesin pencari terbesar, jika Google memulai peraturan ini, maka diharapkan perusahaan lain yang juga memiliki mesin pencari akan mengikuti jejak langkah mereka.

Walau Google memberikan layanan penghapusan ini hanya untuk daerah Eropa, tetapi belum lama ini, Pengadilan Distrik Saitama di Jepang telah meminta Google untuk menghapuskan informasi mengenai penangkapan seorang laki-laki yang terjadi 3 tahun lalu.

Laki-laki tersebut ditangkap karena telah melakukan tindakan tidak senonoh pada anak perempuan di bawah umur 18 tahun. Ketika itu, dia dikenai denda sebesar JPY500.000.

Berita mengenai penangkapan laki-laki tersebut masih beredar di Google ketika seseorang mengetikkan namanya di Google. Hal ini membuat sang laki-laki kesulitan untuk memulai hidup baru dan mencoba untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Pengacara dari laki-laki itu berkata, “Dia merasa menyesal karena telah melakukan hal tersebut. Dan sekarang, dia sedang membangun hidup baru. Adanya informasi mengenai penangkapannya di Google membuatnya kesulitan untuk memperbaiki diri. Mempublikasikan informasi mengenai catatan kriminal yang telah lalu, dengan menggunakan nama asli sang pelaku, bukanlah sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat. Tindakan tersebut adalah tindakan ilegal.”

Dan karena itulah, pihak pengadilan lalu memerintahkan Google untuk menghapus informasi mengenai rekam kriminal laki-laki tersebut.

loading...

Tiga Roket Ditembakkan ISIS ke Wilayah Israel

Ini Dia Perbedaan Shalat Tarawih dan Qiyamullail