HARIANACEH.co.id — Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Al-Kahar menyesali tindakan Bupati Pidie mengambil alihwewenang Yayasan Ghafur Pidie. Pengalihan itu dilakukan setelah Pemerintah Pidie mengadakan rapat yang dipimpin langsung Bupati Pidie, Sarjani Abdullah di Room Setdakab Pidie, Selasa (30/6/2015).

Ketua Ormas Al-Kahar wilayah Pidie dan Pidie Jaya, Rahmatullah Yusuf Gogo, mengatakan langkah Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, mengambil alih wewenang yayasan Jabal Ghafur Pidie adalah  tindakan yang ceroboh dan terlalu dipaksakan.

“Berilah kesempatankepada yayasan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mengambil alih langsung kepengurusan bukanlah keputusan yang tepat. Sebagai pemimpin, Bupati Pidie, sebaiknya menghindari  keputusan seperti ini,” ujar Rahmatullah

Baca Juga:  Di Indonesia Belum Meratanya Keadilan Sosial

Dia menilai kebijakan tersebut sarat dengan kepentingan. Selain itu, menurut Rahmatullah, setiap yayasan dan aset yang dimilikinya memiliki kewenangan dan hak tersendiri dalam mengelolanya.

“Mengeluarkan SK dengan menunjukkan Wakil Bupati sebagai Ketua Pembina Yayasan, sangat jelas terlihat persoalan ini sudah ditunggangi dan bermuatan politis. Ini akan menjadi bumerang bagi Pemerintah nantinya,” ujar Rahmatullah.

Menurut Rahmatullah, persoalan yang terjadi dalam tubuh yayasan Jabal Ghafur Pidie tersebut, akan lebih mudah diselesaikan jika Pemerintah Pidie bersikap netral. Menurutnya pendidikan di Pidie akan lebih maju dan kuat, apabila Pemerintah bersikap sebagai penengah.

“Kalau Pemerintah bersikap sebagai penengah, permasalahan di tubuh yayasan tersebut akan lebih mudah diselesaikan. Campur tangan pemerintah disini, malah mendatangkan persoalan baru seperti dimejahijaukan Pemerintah Pidie oleh pengurus yayasan,” ujar Rahmatullah.

Baca Juga:  Dibilang Ahok Belagu, Anggota Komisi III Merasa Terusik

Rahmatullah berharap Pemerintah Pidie mencabut kebijakan ini sebelum persoalan tersebut meluas. Menurut Rahmatullah, campur tangan pemerintah disini mengancam keberlangsungan dunia pendidikan di Pidie.

“Para intelektual baik yang ada di Pidie atau luar, harus ikut andil dalam menyelesaikan ini. Persoalan ini juga bisa berefek ke lembaga pendidikan di luar Pidie. Sebuah organisasi pendidikan seperti Yayasan Jabal Ghafur, tidak lahir secara sim salabim. Akan tetapi telah banyak harta dan keringat rakyat yang telah dikucurkan untuk mendirikannya,” tandasnya.

loading...