HARIANACEH.co.id — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memuji film “Mencari Hilal” sebagai film yang mampu menggugah pikiran serta hati penonton mengenai keberagaman di Indonesia, termasuk agama. “Film ini mengajarkan bahwa cara terbaik menyikapi keragaman adalah dengan kearifan,” kata dia seusai pemutaran perdana “Mencari Hilal” di Pejaten Village, Jakarta, Minggu, 5 Juli 2015.

Melalui film yang dibintangi Deddy Sutomo dan Oka Antara ini, Lukman beranggapan penonton dapat mengambil pesan moral bahwa manusia tidak dapat mengklaim kebenaran hanya dari sudut pandangnya tanpa menghormati pendapat lain.

Selain memuji kualitas skenario, Lukman juga mengapresiasi akting setiap pemain yang didukung oleh sinematografi indah berlatar belakang kota Yogjakarta. “Layak ditonton masyarakat kita,” ujar dia.

Baca Juga:  Film “Underworld” Terbaru Akhirnya Dibintangi Kate Beckinsale

Dia berharap akan ada semakin banyak film semacam “Mencari Hilal” yang dapat menjadi sarana pelajaran bagi masyarakat untuk menerima keragaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Mencari Hilal” yang dibesut sutradara muda Ismail Basbeth berkisah tentang Mahmud (Deddy Sutomo), pedagang toko kelontong yang percaya bahwa Islam harus ditetapkan secara keseluruhan dalam hidup.

Saat melihat isu sidang isbat Kementerian Agama yang menelan dana miliaran, Mahmud teringat perjalanan mencari hilal yang dilakukannya saat pesantren. Cara mudah tanpa menghabiskan uang miliaran.

Dia tergerak melakukan napak tilas, namun fisiknya sudah renta. Putrinya Halida  (Erythrina Baskoro) awalnya menentang, namun belakangan mengizinkan asal Mahmud ditemani oleh Heli (Oka Antara), putranya yang sudah lama tidak pulang ke rumah karena selalu berselisih pendapat.

Baca Juga:  Peristiwa Berhijabnya Laudya Cynthia Bella Diungkapnya

Perjalanan keduanya tidak hanya semata-mata mencari hilal, tetapi juga rasa pengertian antara ayah dan anak yang telah lama hilang.

loading...