HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Margrietlah yang Membunuh Angeline Menurut Kesaksian Saksi Ini

2

HARIANACEH.co.id — Salah satu saksi kasus pembunuhan Angeline dengan tersangka utama Margriet Christina Megawe, Rachmad Handono mengaku lebih yakin bahwa Margrietlah yang membunuh bocah 8 tahun itu, dan bukan Agus Tay Hamba May (Agustinus Tai Hamdani). Pengakuan itu diungkapkan Rachmad kepada wartawan.

Salah satu hal yang mendasari keyakinan Rachmad yakni peristiwa yang terjadi sekitar dua minggu sebelum 16 Mei 2015, tanggal pembunuhan Angeline. Saat itu dia melihat Agus mengangkuti tanah galian dari belakang menuju depan rumah.

“Tanah galian diangkut dan dibuang,” kata Rachmad. Rachmad yakin tidak mungkin hal itu dilakukan Agus tanpa perintah Margriet. “Sebab siapa pun yang enggak menuruti kehendak Margriet, pasti dimarahi.”

Memindahkan pot tanpa izin Margriet saja, Rachmad bercerita, orang langsung langsung dimarahi. Karena itu, Rachmad yakin penggalian lubang yang belakangan diketahui sebagai tempat mengubur mayat Angeline tidak mungkin tanpa sepengetahuan atau perintah Margriet.

Kepolisian Daerah Bali telah menetapkan Agus sebagai tersangka pembunuh Angeline. Selain menjerat Agus, polisi menetapkan Margriet Christina Megawe sebagai tersangka utama pembunuh Angeline. Margriet juga menjadi tersangka penelantaran anak.

Margriet dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja, serta aturan tentang penelantaran anak.

Angeline, anak angkat Margriet, dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015. Angeline akhirnya ditemukan tewas mengenaskan pada 10 Juni 2015.  Bocah berusia 8 tahun ini dikubur di halaman belakang dekat kandang ayam di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali.

Hasil otopsi terhadap jenazah Angeline menunjukkan banyak ditemukan luka lebam pada sekujur tubuhnya. Luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali juga ditemukan pada leher bocah itu.

loading...