HARIANACEH.co.id — PT Telkomsel berharap dapat meraup revenue atau pendapatan perusahaan sebesar Rp73 triliun pada akhir tahun nanti seiring investasi layanan berbasis 4G Long Term Evolution (LTE) yang sudah dimulai di lima kota besar di Indonesia.

Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid mengatakan, target tersebut tumbuh sekitar 12% dari pencapaian revenue tahun lalu.

“Sampai triwulan I/2015 kita masih tumbuh 11%, Insya Allah sampai triwulan II tahun ini juga sama, tetap tumbuh double. Jadi, revenue tumbuh double, EBITDA tumbuh double dan net income kita juga tumbuh double,” kata Mas’ud di sela-sela Telkomsel Roadshow Berbagi dan Melayani di Makassar, Minggu (5/7/2015).

Baca Juga:  Wow! Rahasia Bir Sedaap Berumur 170 Tahun

Terkait investasi Base Transceiver Station (BTS) 4G, dia mengatakan semuanya dibangun baru karena teknologi yang digunakan juga sama sekali baru. Jadi menurutnya, operator memang harus investasi baru dan Telkomsel harus mengikuti trend, utamanya trend pelanggan.

“Kita harus melihat, berapa handset 4G yang sekarang ini beroperasi di network 3G atau 2G. Dari situ kita lihat, berapa riil market yang sudah ada. Kemudian kita kalikan tiga sampai empat kali, itulah kebutuhan kita selama dua tahun kedepan,” terangnya.

Sampai dengan akhir tahun ini, anak usaha emiten berkode TLKM ini berencana membangun sekitar 2.000 BTS 4G. Saat ini katanya, sudah ada 1.000 BTS 4G LTE yang eksisting.

Baca Juga:  Laptop Baru HP Spectre Lebih Tipis dari pada Macbook

“Kalau total BTS, tahun ini rencana dibangun sekitar 15.000 BTS, dengan capex antara Rp10 triliun sampai dengan Rp12 triliun,” sebutnya.

Sedangkan dari sisi pelanggan, pihaknya berharap total pelanggan akan menjadi 147 juta pada akhir tahun nanti, dengan layanan terbaru 4G LTE.

Khusus pelanggan 4G LTE, Mas’ud berharap hingga akhir tahun nanti dapat meraup sebanyak 2 juta pelanggan, dari 800.000 pelanggan 4G LTE yang sudah aktif saat ini di lima kota besar di Indonesia.