HARIANACEH.co.id — Pemerintah Kabupaten Pidie dituding sengaja membiarkan jembatan pusat kota yang menghubungkan kota yang menghubungkan pasar pakaian dan grosir dengan pasar ikan dan sayur rusak sejak ambruk 28 Maret 2015 silam. Padahal jembatan itu merupakan jalur penting untuk menghidupkan transaksi perdagangan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang mengeluh dan menyoroti pemerintah yang dinilai kurang tanggap terhadap kebutuhan rakyat. “Bayangkan saja ini jembatan urgen dan jalur akses bagi warga baik pedagang maupun pembeli menuju pasar. Tapi sudah tiga bulan rusak tidak tahu kapan akan dibangun”. Ungkap Ladi seorang pedagang di kota Sigli kepada HARIANACEH.co.id Sabtu (4/7/2015).

Baca Juga:  Mahasiswa Konseling Unsyiah Beri Bimbingan ke Yayasan Aneuk Nanggroe

Untuk saat ini pihaknya hanya menggunakan jembatan darurat yang luasnya sekitar 1,5 meter sehingga harus antri sampai puluhan menit bagi warga penyeberang. “Mau tak mau terpaksa harus menunggu antrian, karena untuk menempuh jalur lain jauh, kita harus memutar lewat Benteng- Blang Paseh”. Keluh Ladi diiyakan pedsagang sayur lainnya, Nurmi.

Semestinya Pemerintah dalam hal ini dinas terkait dapat segera membangun kembali jembatan yang ambruk itu, jangan membiarkan seperti itu dan memikirkan pembangunan lain yang belum tentu bermanfaat bagi masyarakat. “Kami bingung terhadap sikap pemerintah yang kurang tanggap terhadap kebutuhan warga. Bukan alasan bagi pemerintah tidak ada dana untuk membangun jembatan yang benar-benar dibutuhkan warga”. Sorot Bang Abdullah pengguna jembatan.

Baca Juga:  Jelang Milad GAM, Pangdam Pastikan Situasi Aceh Kondusif

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Pidie Muhammad Nazar ST. MT kepada HARIANACEH.co.id , Sabtu (4/7/2015) melalui HPnya mengatakan. Pihaknya bukan menutup mata sengaja tidak membangun jembatan tersebut, namun terkendala dana, sehingga harus dicarikan dulu dana untuk pembangunan jembatan secara permanen.

Untuk membangun jembatan ambruk Pante Teungoh, menurut Nazar dibutuhkan anggaran Rp 320 juta dan sudah tersedia sekarang ini tinggal proses pelelangan saja. “Insya Allah dalam bulan ini sudah ditender proyek jembatan Pante Teungoha’. Jelas Kadis BMCK sembari berharap warga bersabar dan melakukan pengawasan ketika pelaksanaan pembangunan.(HAI/Ari)