HARIANACEH.co.id — Mandi junub (mandi besar) adalah mandi wajib bagi umat islam apabila tengah dalam keadaan berhadast besar. Tujuan dari mandi junub ini adalah untuk menyucikan diri agar dapat melaksanakan ibadah wajib seperti sholat. Hukum mandi junub adalah wajib, baik bagi laki-laki maupun perempuan islam yang telah dewasa atau telah akil baligh. Nah, perkara mandi junub ketika bulan ramadhan ini memunculkan sejumlah pertanyaan terkait dengan sah tidaknya puasa yang dikerjakan. Salah satunya adalah mandi junub yang dilakukan ketika masuk waktu subuh. Bagaimanakah status puasanya?

Tak seperti bulan-bulan lainnya, kesempatan suami istri untuk“berhubungan” sepanjang bulan Ramadhan ini cukup terbatas, hanya bisa di malam hari. Terkadang, sehabis “berhubungan”, pasangan suami istri suka menunda mandi junub hingga mau masuk waktu subuh, salah satunya karena dingin.
Ada juga pasangan suami istri yang “berhubungan” menjelang fajar. Sehingga hal seperti di atas pun terjadi, subuh telah masuk waktunya, namun mereka belum juga mandi junub. Lantas bagaimanakah dengan puasa mereka? Sahkah?

Baca Juga:  Inilah 17 Alasan Mendasar Ulama Islam Mengkafirkan Aliran Syi’ah

Untuk menjawab hal tersebut, silakan simak hadist Nabi SAW berikut ini :

أَخْبَرَ مَرْوَانَ أَنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتَاهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

Marwan mengabarkan bahwa sesungguhnya Aisyah dan Ummu Salamah memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapati waktu fajar (adzan Subuh) dalam kondisi junub karena berhubungan dengan istrinya, maka beliau mandi dan tetap berpuasa.(HR. Al Bukhari)

Kemudian ada hadist lain yang masih satu bab dengan masalah ini :

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ ثُمَّ يَصُومُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah masuk waktu Subuh dalam kondisi junub bukan karena mimpi, kemudian beliau tetap berpuasa (HR. Muslim)

Baca Juga:  Pilih Islam, Ini Jawaban Yang Mengejutkan dari Yusuf Estes

Berdasarkan dua hadits di atas dan hadits-hadits lainnya, para ulama pun berkesimpulan, bahwa seseorang yang masuk waktu subuh sedang ia dalam kondisi masih junub, maka puasanya tetap sah.Sebagai catatan, ketika pasangan suami istri menunda mandi junub, disunnahkan baginya untuk berwudhu sebelum tidur. Sebab ada ancaman untuk hal tersebut. Hal ini sebagaimana Sabda Nabi SAW :

ثَلَاثَةٌ لَا تَقْرَبُهُمُ الْمَلَائِكَةُ الْجُنُبُ وَالسَّكْرَانُ وَالْمُتَضَمِّخُ بِالْخَلُوْقِ

“Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat (rahmat): orang junub, orang mabuk dan orang yang berlumuran minyak wangi khaluq.” (HR. Al Bazzar; shahih)

Kemudian, ketika telah mendengar adzan subuh dan masih dalam kondisi junub, hendaknya segera mandi junub agar tak ketinggalan shalat subuh berjamaah. Terutama bagi laki-laki.Demikianlah hukum puasa ketika seseorang belum mandi junub memasuki waktu subuh. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

loading...