HARIANACEH.co.id — Seratusan warga Gampong Kulee Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, Senin (6/7/2015) berdelegasi ke Kantor Bupati Pidie. Kedatangan warga untuk melakukan protes terhadap pengangkatan PJ Keuchik (Kades) yang dianggap Ilegal.

Rombongan yang terdiri dari kaum lelaki dan perempuan bersata anak-anak dengan menumpangi sejumlah mobil bak terbuka sedah berada di halaman kantor Bupati sejak pukul 08.00 wib. Mereka menduduki teras kantor sambil menunggu kedatangan pejabat pemerintah untuk mengadukan persoalan yang mereka hadapi.

Puluhan personil dari kepolisia Polres Pidie Nampak berjaga-jaga di sekitar kantor Bupati guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sejumlah peserta demo membagikan lembaran berita acara rapat pengusulan PJ Keuchik yang mereka anggap illegal karena pengusulan sepihak oleh oknum Keuchik Muhammad Abubakar dengan memalsukan tanda tangan sejumlah warga.

Baca Juga:  Aceh Besar Bangun Mekanisme Penyelesaian Sengketa Berkeadilan Gender

Muhammad Kasim, salah seorang peserta aksi kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya menuding Oknum Keuchik yang sudah masih masa jabatan sejak setahun lalu kembali ditunjukkan sebagai Pj Keuchik sejak Januari 2015. “Tidak pernah digelar rapat musyawarah dengan warga untuk mmbahas masalah Keuchik. Jadi kapan ada surat yang lengkap dengan tanda tangan para peserta”. Ungkap M Kasim yang diamini sejumlah warga lainnya.

Selama ini menurut dia tidak pernah ada musyawarah membahas masalah Keuchik,padahal pihaknya sudah sering mengajukan untuk membentuk panitia pemilihan Keuchik Definitif sejak dia masih masa jabatan. Rapat tidak pernah dibuat, jadi tanda tangan warga peserta rapat yang dibuat dalam surat berita acara itu diduga direkayasa oleh oknum Keuchik lama.

Baca Juga:  Anggota Babinsa Serda Gazali Terima Penghargaan Karena Ciptakan Pupuk Keong

“Kami ke sini ingin meminta kepada Bupati untuk mendengarkan suara kami dalam hal memperjuangkan hak-hak kami selaku warga masyarakat Gampong Kulee dalam hal pemilihan Keuchik” . harap Wardi warga lainnya.

Setelah sempat menunggu beberapa saat, Sekretaris Daerah (Sekda) Teuku Anwar ZA. M.Si bersama para Asisten memanggil perwakilan warga untuk melakukan dialog guna mencari jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi warga.
Dalam dialog tersebut, Sekda meminta kepada Camat setempat untuk segera membentuk panitia pemilihan Keuchik Definitif. PJ saat ini tidak boleh mencalonkan diri lagi sebagai Keuchik sesuai aturan. “Jadi jika Pj dipegang oleh mantan Keuchik tentunya dia tidak boleh mencalonkan diri lagi” . jelas Sekda.

Setelah mendengar penjelasan Sekda, warga merasa puas dan sangat setuju dan akhirnya mereka membubarkan diri secara damai . (HAI/Ari)