HARIANACEH.co.id — Tingkat kecelakaan di jalan raya makin mengkahwatirkan. Menurut data, 95.247 kecelakaan terjadi pada tahun 2014, sedangkan korban korban meninggal dunia akibat kecelakaan mencapai 28.000 jiwa. Dengan angka tersebut Indonesia menduduki peringkat lima setelah Cina, India, Afganistan, dan Nigeria. Mungkin salah satu cara untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas ialah dengan adanya truk yang dilengkapi layar, sehingga pengemudi mobil di belakangnya bisa melihat kondisi lalu-lintas di depan truk tersebut.

Anda mungkin sudah mengalaminya. Saat sedang mengemudi di jalan, ada truk yang melaju dengan lambat di depan mobil Anda. Namun, untuk mendahuluinya agak sulit, karena pandangan terhalang dan Anda tidak bisa mengetahui apakah ada mobil lain dari arah berlawanan.

Baca Juga:  Dalam Kondisi Ringsek, Mobil Ini Berjalan Sejauh 67 Km

Samsung kini menguji konsep baru yang bisa membantu masalah ini. Pada blog resmi perusahaan tersebut, Samsung memberitakan tentang “Safety Truck”, truk gandeng yang dilengkapi kamera nirkabel di bagian depan dan empat layar raksasa di bagian belakang yang menampilkan pandangan depan truk kepada mobil yang berada di belakangnya.

Dengan begitu para pengemudi mobil yang berada di belakang truk bisa mengambil keputusan yang lebih baik. Apalagi jika mereka memutuskan untuk mendahului truk, demikian Samsung.

Selain itu, teknologi ini bisa mencegah pengemudi mengerem mendadak atau menabrak hewan yang melintas di jalan.

Samsung menjelaskan alasannya menguji “Safety Truck” ini, karena di beberapa negara seperti Argentina, angka kecelakaan kendaraan sangat tinggi. Sebagian besar disebabkan oleh aksi ingin mendahului kendaraan di jalan dua lajur.

Baca Juga:  Efek Penjualan Mobil Bekas Semakin Terasa dengan Kehadiran Calya & Sigra

Tapi Samsung juga menegaskan, “Safety Truck” hanya sebuah prototipe dan belum siap beroperasi secara normal. Samsung menyediakan teknologi layar monitornya serta bekerja sama dengan “B2B client” setempat untuk menguji cobanya.

“Sejauh ini Samsung bisa mengkonfirmasi, bahwa teknologi ini berfungsi dengan baik dan ide ini bisa menyelamatkan banyak nyawa manusia,” tulis Samsung pada blognya.