HARIANACEH.co.id — Hubungan yang sehat, tidak akan bersifat memaksa. Fakta dan perasaan akan berjalan secara beriringan membuka jalan kepercayaan dan komunikasi.

Saat Anda merasa sudah saatnya untuk menikah, Anda perlu mempertimbangkan apakah pasangan Anda sudah baik untuk Anda atau tidak.

Jangan sampai Anda salah mengambil langkah. Banyak orang yang sudah mengetahui sifat buruk pacarnya tetapi tetap nekad untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan dengan harapan bisa mengubah mereka nantinya. Namun, banyak orang yang akhirnya gagal setelah menyadari bahwa sifat seseorang tidak mudah berubah.

Maka dari itu, hindarilah orang-orang dengan sifat buruk berikut ini dan yang terpenting, jangan jadikan mereka pasangan sehidup semati Anda.

1. Pecandu

Bila sedang mencari calon suami, pastikan ia bukan seorang pecandu berat, apakah itu alkohol, narkoba, judi dan sebagainya. Kecanduan merupakan aktivitas berbahaya dalam kehidupan. Dampaknya secara perlahan-lahan bisa mengambil alih kehidupan mereka.

Penyembuhan seorang pecandu juga membutuhkan waktu, tenaga dan fokus diri yang cukup lama. Hindari pasangan seperti itu sebelum Anda terjerumus ke dalam masalah yang besar. Tapi, jika dia sudah dalam tahap pemulihan, tidak masalah bila Anda memilihnya.

Baca Juga:  Katanya Sih, Penyakit Ini yang Bikin Hitler Jadi Brutal

2. Penipu

Apabila Anda memiliki pacar yang sering berbohong tentang hal-hal kecil seperti berapa uangnya, sedang di mana dia dan sebagainya. Maka jika sudah menikah dia akan makin sering berbohong untuk hal yang lebih besar. Dalam kurun waktu 6 tahun, kebanyakan pasangan yang menikah dengan seorang penipu akan bercerai.

Percayalah, jika Anda tidak memiliki kejujuran dalam suatu hubungan, Anda tidak memiliki kepercayaan. Dan jika Anda tidak memiliki kepercayaan dalam suatu hubungan, Anda tidak memiliki hubungan sama sekali. Kejujuran adalah kunci hubungan yang sehat. Apabila dari awal Anda sudah mengetahui dia sering menipu, segera akhiri hubungan Anda dengannya.

3. Amat tertutup

Penting untuk saling terbuka satu sama lain dan menceritakan masalah yang dihadapi serta berbagi dengan pasangannya. Tetapi, apabila kekasih Anda tidak demikian, Anda akan mengalami kesulitan saat berada pada fase pernikahan nantinya.

Rumah tangga kalian tidak akan baik-baik saja karena pasangan Anda bukanlah orang yang terbuka akan masalahnya. Ia mungkin akan marah dan kesal tanpa alasan yang jelas, yang mungkin berdampak buruk kepada Anda. Mencari pasangan yang terbuka lebih baik daripada mereka yang suka menutup diri.

4. Suka melecehkan

Pelecehan datang dalam berbagai bentuk dan suara, baik itu lewat pelecehan emosional, psikologis, seks atau pelecehan fisik. Pelecehan dalam sebuah hubungan adalah di mana seseorang menggunakan kekuatannya atau posisinya untuk mengendalikan hidup orang lain.

Baca Juga:  Benarkah Wanita Paling Cantik di Dunia Ada di Korea?

Hubungan yang sehat tidak pernah hanya menguntungkan satu pihak saja. Menjalin hubungan bukan tentang kekuasaan, manipulasi atau kontrol, melainkan adalah dua orang yang saling mencintai, memberi, melayani dan berkorban satu sama lain.

5. Egois dan narsistik

Seorang narsistik adalah seseorang yang begitu terobsesi dengan dirinya sendiri hingga mereka tidak memiliki kapasitas untuk fokus pada orang lain.

Ini adalah jenis orang dengan mentalitas yang selalu menganggap “Itu semua tentang saya.” Mereka menjalani hidup mereka seolah dunia ini milik mereka sendiri, bahkan ketika mereka berada dalam hubungan yang harus berkomitmen.

Mereka membuat pilihan, keputusan dan rencana hanya berdasarkan apa yang terbaik bagi diri mereka, daripada meminta pendapat pasangan mereka untuk pertimbangan.

Mereka menjalani hidup mereka untuk maju, tidak peduli bila itu membuat orang lain mungkin terluka atau mempengaruhi orang di sekitar mereka secara negatif. Dan orang yang lebih senang hidup sendirian sekarang adalah orang yang tidak akan mampu melakukan hidup bersama-sama nantinya