GADGET

Microsoft Pecat 7.800 Karyawannya Karena Windows Phone Jeblok

HARIANACEH.co.id — Raksasa teknologi Amerika Serikat, Microsoft, memastikan bakal merumahkan 7.800 karyawan dari berbagai kantornya di seluruh dunia dalam waktu dekat. Sebagian besar karyawan tersebut ternyata berasal dari divisi telepon pintar. Divisi tersebut hasil akuisisi Microsoft atas perusahaan teknologi Finlandia, Nokia.

Pemutusan hubungan kerja dinilai dapat menghemat nilai investasi Microsoft sebesar US$ 7,6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun. Hal tersebut juga berkaitan dengan keuntungan divisi telepon pintar Microsoft yang belum sesuai dengan harapan. “Penghematan sangatlah diperlukan untuk pengembangan teknologi pada masa mendatang,” ujar Chief Executive Officer Microsoft Satya Nadella kepada situs Fortune, Kamis (9/7/2015).

Nadella menyatakan Microsoft tengah berfokus menyempurnakan portfolio ponsel pintar. Strategi yang bakal diterapkan adalah mengembangkan ekosistem Windows Phone. Dia pun menyatakan Microsoft akan meningkatkan kemandirian teknologi dalam memproduksi ponsel.

PHK bukan merupakan hal baru bagi perusahaan yang bermarkas di Washington, DC, ini. Pada pertengahan 2014, 18.000 karyawan Microsoft dari penjuru dunia dirumahkan. Sebagian besar dari mereka juga bekas karyawan Nokia.

Microsoft dinilai tidak mampu mengantisipasi bisnis mobile yang berujung pada kegagalan ponsel berbasis Windows Phone. Pertumbuhannya di pasar global tidak kunjung naik dan masih kalah jauh oleh Android dan iOS.

Lembaga riset International Data Corporation memprediksi pangsa pasar Windows Phone hanya 3,2 persen pada 2015. Posisi puncak masih diduduki Android dengan 79,4 persen, disusul iOS sebesar 16,4 persen.

Namun perusahaan tersebut menolak disebut gagal mengembangkan bisnis mobile. “Kami sedang berkonsentrasi untuk menciptakan teknologi dengan nilai yang lebih baik,” kata seorang juru bicara Microsoft.

TERPOPULER

Keatas