OPINI

Lailatul Qadar: Malam Seribu Bulan

Oleh: Wanti Nur Jadidah [1]

Wanti Nur Jadidah

Wanti Nur Jadidah

HARIANACEH.co.id — Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, bulan yang dilipatgandakan pahala dan diampuni dosa-dosa kita. Bulan ini dipenuhi oleh berkah yang berlimpah yang khusus diberikan oleh Allah SWT kepada umatnya yang mau bertakwa kepadanya. Dimana pada bulan ini akan diberikan kelimpahan rahmat, magfirah serta ampunan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka”.

Selain itu salah satu keistimewaan yang paling di inginkan dan juga ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim sedunia adalah Malam Lailatul Qodar. Lailatul Qadar adalah satu malam yang sangat penting yang hanya terjadi satu kali dalam setahun dan hanya ada ketika bulan Ramadhan. Di dalam Al Qur’an, Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang artinya setiap shalat dan amalan yang dilakukan pada malam ini lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan biasa.

Selain waktu diturunkannya Al-qur’an dan malam seribu bulan, banyak keistimewaan lain yang terjadi pada malam Lailatul Qadar. Seperti malam keberkahan, malam dimana Malaikat Jibril dan banyak malaikat lainnya turun ke bumi, malam yang penuh kesejahteraan, malam dicatatnya takdir setahun kedepan, dan malam dimana diampuninya dosa–dosa yang telah lalu bagi yang melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah.

Nah kalau begitu kapankah malam Lailatul Qadar itu muncul? Hari apa dan tanggal berapa?. Banyak ulama berpendapat, datangnya Lailatul Qadar itu pada malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Bisa malam ke 21, 23, 25, sampai malam ke 29. Dan waktunya berpindah-pindah atau berbeda setiap tahunnya. Pendapat itu berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW, “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan”. Allah SWT sendiri tidak memberitahukan secara rinci mengenai kapan tepatnya malam lailatul qadar itu datang. Tujuannya untuk mengetahui siapa yang sungguh-sungguh mencari malam ini dan siapa yang tidak.

Kemudian bagaimana kita tahu malam Lailatul Qadar itu sudah datang atau belum? Jangan khawatir, karena ternyata ada beberapa tanda saat datangnya malam yang istimewa ini. Tanda-tandanya seperti langit yang tampak cerah dan tak ada aktivitas di galaksi misalnya bintang jatuh, udara dan angin yang terasa tenang, tidak begitu panas dan juga tidak begitu dingin, pada saat subuh matahari akan terbit dalam keadaan jernih tanpa sinar yang menyorot, dan pada pagi harinya matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan.

Bagi yang mendapatkan malam Lailatul Qadar ini, orang-orang akan merasakan ketenangan dan kelezatan dalam beribadah. Selain itu juga, orang bisa melihat malam ini dalam mimpinya seperti yang terjadi pada sebagian sahabat nabi.

Dalam malam Lailatul Qadar ini kita sangat dianjurkan memperbanyak do’a. Lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW berikut.

 ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).”

Dan yang paling penting di malam ini adalah menghidupkan malam Lailatul Qadar. Ini artinya kita harus lebih giat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah dengan dasar keimanan. Menghidupkan malam Lailatul Qadar juga enggak hanya bisa dilakukan dengan shalat saja, bisa juga dengan dzikir dan membaca Al Qur’an. Tapi amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam ini.

KEUTAMAAN LAILATUL QADAR

  1. Lalilatul Qodar adalah Waktu Diturunkanya Al-Qur’an

Lailatul Qadar yaitu waktu diturunkannya Alquran, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar: 1)

Kemudian dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas berbunyi; “Allah menurunkan Alquran secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia”. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,14: 403).

  1. Malam Penuh Keberkahan

Lailatul qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan). Allah Ta’ala berfirman berfirman yang berbunyi:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan: 3-4).

  1. Turunya Malaikat Jibril

Allah Ta’ala berfirman; “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril”. (QS. Al Qadar: 4)

Apa yang telah difirmankan Allah ini mengartikan betapa istimewanya malam Lailatul Qadar, dimana pada malam tersebut akan ada banyak malaikat yang turun ke Bumi karena banyaknya keberkahan dan rahmat yang diturunkan pada malam yang hanya datang satu kali dalam setahun.

Seperti halnya saat malaikat turun begitu ada seseorang yang membacakan ayat-ayat Alqura’an, mengitari mereka yang melafatkat kalimat dzikir, serta meletakkan sayap-sayapnya pada mereka yang mencari atau menuntut ilmu, lantaran mereka oleh para malaikat sangat diagungkan (Tafsir Ibnu Katsir).

  1. Waktu Yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan, Allah Swt telah menjelaskan bahwa; “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al Qadar: 3).

Imam Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah sholat dan amalan pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari sholat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat di malam Lailatul Qadar.

  1. Malam Kesejahteraan Hingga Terbitnya Fajar

Allah Ta’ala berfirman: “Malam itu (Lailatul Qadar penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al Qadar: 5).

Menurut tafsir Ibnu Katsir, malam Lailatul Qadar penuh keselamatan, di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut, mulai dari berbuat jelak atau mengganggu yang lain. Di malam itu banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah.

  1. Lailatul Qodar adalah Malam Pencatatan Takdir Tahunan

Allah Ta’ala berfirman: “Di malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. (QS. Ad Dukhan: 4). Seperti diriwayatkan dari Abdullah Bin Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama lainnya, dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan yang dimaksud takdir tahunan ialah pada malam Lailatul Qodar penulisan takdir di lauhul mahfudh akan dirinci, serta akan dicatat mengenai ketentua rizqi dan ajal seseorang.

Akan tetapi perlu dicatat sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Nawawi rahimahullah- dalam Syarh Shahih Muslim dijelaskan bahwa catatan takdir tahunan tersebut sebelumnya sudah didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Nantinya takdir ini akan diperlihatkan kepada malaikat agar diketahui oleh malaikat. Sehingga malaikat bisa menjalankan tugasnya seperti yang sudah diperintahkan oleh Allah kepada mereka.

  1. Allah Maha Pengampun Atas Segala Salah dan Khilaf yang Pernah Diperbuat

Allah Akan Mengampuni Dosa Setiap Orang Yang Menghidupkan “Malam Lailatul Qadar”. Disampaikan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa melaksanakan shalat di malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhori)

Dijelaskan oleh Alhafidz Ibnu Hajar Al Asqolani, yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) ialah membenarkan janji Allah yakni memberikan pahala bagi mereka (orang yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan beribadah). Sedangkan yang dimaksud ‘ihtisaaban’ memiliki makna mengharap pahala (dari sisi Allah) atau melakukan ibadah karena mengharapkan mendapat pahala dari Allah dan tidak mengharapkan dari yang lainnya, (Fathul Bari). Jadi Barang siapa yang merindukan Lailatul Qadar setidaknya ia bersungguh-sungguh pada bulan Ramadan.


  1. Mahasiswa Undergraduate Student of Economy Education Syiah Kuala University, ia juga telibat di komunitas Sobat Bumi Scholars dan saat ini menjadi Journalis di Harian Aceh Indonesia

TERPOPULER

Keatas