HARIANACEH.co.id — Sejumlah strategi yang disiapkan Facebook untuk menghadang YouTube rupanya menarik perhatian bos layanan video tersebut. YouTube menganggap apa yang dilakukan Facebook dalam menghadirkan konten video akan sangat berbeda.

“Saya tidak takut dengan kompetisi dengan Facebook,” ujar YouTube Leader, Susan Wojcicki, saat konferensi pers di gelaran Fortune Brainstorm Tech, Colorado, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2015).

Dia mengatakan besarnya pasar video online membuat banyak perusahaan terjun ke bisnis ini. Wojcicki mengutip penelitian yang menunjukkan setiap warga Amerika Serikat menghabiskan waktu empat jam sehari menonton televisi. Bisnis iklan televisi bisa mencapai US$ 150 miliar, setara hampir Rp 2 triliun. Potensi iklan tersebut yang kemudian digarap lewat layanan video.

Baca Juga:  Ada Fitur dan Antarmuka Baru, Update Windows 10 Bocor di Internet

“Fakta bahwa Facebook atau Twitter ingin mengambil kesempatan di pasar video bukanlah hal yang mengejutkan,” kata Wojcicki. Dia berharap pengguna Internet bisa melihat perbedaan antara video di YouTube dengan yang ada di Facebook nantinya.

Wojcicki mengatakan karakteristik pengakses video Facebook berbeda dengan di YouTube. Menurut dia, pengguna Internet membuka laman YouTube karena bertujuan menonton video. Sedangkan pengguna Facebook menonton video karena adanya format autoplay. Sehingga, saat pengguna masuk ke newsfeed, video akan berputar secara otomatis.

Dia menyatakan YouTube lebih memilih berfokus pada peningkatan layanan ketimbang menanggapi isyarat persaingan dari Facebook. Total pengguna aktif YouTube saat ini mencapai 1 miliar dan diklaim mengalami pertumbuhan 50 persen setiap tahun. “Perkembangan kami semakin pesat,” ujar Wojcicki.

Baca Juga:  Ini Dia Action Figurenya Presiden Rusia Vladimir Putin

Anak perusahaan Google ini sedang berfokus pada bisnis mobile. Meskipun tidak menyebutkan persentasenya, Wojcicki mengatakan mayoritas akses YouTube berasal dari perangkat bergerak.

Awal tahun ini Facebook mengatakan sedang mengembangkan layanan video yang dapat langsung diakses melalui newsfeed. Media sosial tersebut dikabarkan sedang melengkapi kepemilikan lisensi dari perusahaan rekaman untuk bisa memperoleh konten video asli.

Nantinya Facebook bisa menjadi tempat bagi pengguna Internet untuk mengakses layanan video. “Ini bakal mengancam popularitas YouTube,” demikian dilansir The New York Times.

loading...