HARIANACEH.co.id — Pengurus Cabang Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Langsa sebagai kader muda bangsa siap dan berkomitmen memberantas peredaran narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Demikian dikatakan Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kota Langsa, Putra Zulfirman di graha pemuda Jl Jenderal A Yani, Langsa, Senin (13/7/2015).

“Narkoba merusak tatanan kehidupan bangsa. Moralitas dan mentalitas menjadi kerdil akibat mengkonsumsi zat adiktif itu. Karenanya kami siap membantu pemerintah memberantas narkoba,” katanya.

Dikatakan, narkoba yang digunakan di Aceh umumnya adalah jenis ganja dan shabu. Penikmatnya tidak hanya kalangan muda melainkan semua kelompok usia. Menyentuh setiap lapisan dan strata sosial masyarakat, mulai rakyat jelata hingga pejabat teras.

Baca Juga:  Makan Salmon Dapat Menjaga Kesehatan Jantung Anda

Melihat kondisi kekinian yang semakin memprihatinkan, Putra menyerukan kepada seluruh kader Sapma Pemuda Pancasila di Langsa agar menjadi perpanjangan tangan pemerintah dan kepolisian dalam memberantas narkoba dimulai dari lingkungan masing-masing.

“Kader Sapma yang mengetahui adanya penguna atau pengedar narkoba di lingkungannya agar bisa memberikan informasi kepada pengurus cabang Sapma Kota Langsa yang kemudian info itu akan diteruskan kepada pihak BNN dan kepolisian,” seru dia.

Ditegaskan, bila ada kader Sapma yang terlibat mengkonsumsi narkoba maka akan diberikan sanksi mulai teguran, direhabilitasi melalui klinik milik BNN sampai proses hukum oleh kepolisian.

Bila sebatas mengkonsumsi, lanjut dia, yang bersangkutan akan direhabilitasi melalui BNN. Namun jika terlibat sindikat peredaran narkoba maka pihak Satnarkoba Polres Langsa yang akan memprosesnya.

Baca Juga:  Techno Camp Dimeriahkan Lomba Mewarnai dan Donor Darah

Untuk mengoptimalkan peran Sapma dalam memberantas narkoba, dalam waktu dekat ini pihaknya akan bekerjasama dengan BNN dan kepolisian.

“Kader kita butuh pemahaman tentang bahaya dan cara penanggulangan peredaran narkoba oleh institusi yang terkait. Untuk itu perlu adanya kerjasama dengan BNN dan kepolisian,” tutur aktivis muda itu yang kini juga menjabat Wakil ketua DPD KNPI Langsa.

Jika semua kader sudah paham, akan mudah untuk memberikan penyuluhan baik di sekolah, kampus dan lingkungan tempat tinggal.

“Sapma perlu merancang metode penyuluhan dan pendekatan persuasif kepada penguna dan pengedar narkoba agar mereka sadar bahwa zat adiktif itu merusak kehidupannya,” pungkasnya. (HAI/Herman)

loading...