HARIANACEH.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa (14/7/2015) akhirnya resmi menahan┬áPengacara kondang Otto Cornelis Kaligis. Kaligis bergerak ke ruang tahanan setelah menjalani pemeriksaan sejak sore di Gedung KPK hingga malam hari.

O.C. Kaligis keluar gedung KPK dengan mengenakan kemeja putih dengan lapisan rompi tahanan KPK warna oranye. Tak terlihat lagi jas hitam yang dikenakan siang saat digelandang KPK. O.C Kaligis dibawa dengan mobil KPK menuju rumah tahanan Guntur, Jakarta Selatan.

O.C Kaligis membantah terlibat dalam perkara dugaan penyuapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Sumatera Utara. O.C Kaligis juga menyatakan tak pernah menyuruh anak buahnya ke Medan untuk menyuap hakim.

Baca Juga:  Panggilan KPK Kepada Tiga Saksi Budi Gunawan Tidak Digubris

“Saya tidak merampok uang negara. Bukan saya yang memberi duit kepada hakim. Saya tidak menyuruh anak buah saya ke Medan,” kata OC Kaligis sebelum menuju rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut O.C Kaligis, dia tak hanya tidak menyuruh anak buahnya ke Medan. “Saya bahkan melarang anak buah saya ke Medan,” ujar dia.

O.C Kaligis ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyuapan. Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan penyidik lembaganya telah menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menjerat pengacara kondang itu sebagai tersangka. “OCK bukan tersangka terakhir,” katanya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (14/7/2015).

O.C Kaligis dikenakan Pasal 6 ayat 1 a, Pasal 5 ayat 1 a atau b, Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat 1 dan 55 ayat 1 Kitab UU Hukum Pidana. Pasal-pasal itu mengatur penyuapan terhadap hakim yang dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga:  Tiga Nama Pejabat Polri Disebut Freddy Dalam Rekaman Video

Kasus penyuapan itu bermula dari ditangkapnya lima orang oleh tim KPK pada 9 Juli lalu. Kelimanya yaitu M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry, anak buah O.C. Kaligis; Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan; Syamsir Yusfan, panitera sekretaris PTUN Medan; dan dua hakim PTUN Medan bernama Amir Fauzi dan Dermawan Ginting.