ISLAM

Ini Dia Para Tokoh-Tokoh Aliran Syi’ah di Indonesia

Jalaluddin Rakhmat, Salah seorang Pentolan Syiah di Indonesia

HARIANACEH.co.id — Anda masih ingat kejadian penyerangan Majelis Az Zikra yang dipimpin oleh Ustadz Arifin Ilham yang berada di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada bulan Februari 2015 silam? Dugaan waktu itu pelaku tindakan anarkis itu dilakukan oleh Kelompok Syi’ah di tanah air.

Kelompok Syi’ah sering menjadi korban kekerasan di Indonesia karena dianggap melenceng dari ajaran Islam. Bahkan, beberapa penganut Syi’ah dibantai hingga diusir dari kampungnya. Kasus-kasus seperti ini juga sempat pernah terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur.

Beberapa tokoh di belakang aliran Syi’ah terus memperjuangkan kelompok aliran ini agar diakui ekstistensinya di Indonesia. Berikut ini adalah 6 tokoh yang sangat dikenal sebagai penganut Syi’ah di Indonesia. Ayo kita lihat siapa-siapa saja mereka?

Jalaludin Rakhmat

Jalaluddin Rakhmat, Salah seorang Pentolan Syiah di Indonesia

Jalaluddin Rakhmat, Salah seorang Pentolan Syiah di Indonesia. (Google)

Jalaluddin Rakhmat saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI. Pria yang akrab disapa Kang Jalal itu dikenal sebagai pakar komunikasi pada akhir tahun 1980-an. Sampai saat ini Kang Jalal masih menjadi pengajar di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Kang Jalal disebut-sebut sebagai tokoh sentral Syi’ah Indonesia.

Pendiri dan pimpinan SMA Muthahhari, Bandung ini juga menjadi pendiri Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta bersama Dr. Haidar Bagir. Kang Jalal menjabat sebagi Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang kini sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang.

Selain itu Kang Jalal mendirikan Pusat Kajian Tasawuf (PKT): Tazkia Sejati, OASE-Bayt Aqila, Islamic College for Advanced Studies (ICAS-Paramadina), Islamic Cultural Center (ICC) di Jakarta, PKT Misykat di Bandung. Semua lembaga tersebut disebut-sebut sebagai organisasi Syi’ah.

Haidar Bagir

Haidar Bagir

Haidar Bagir bersama Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal, mendirikan Yayasan Muthahhari, yang mengelola SMA (Plus) Muthahhari di Bandung dan Jakarta. Haidar Bagir merupakan pendiri perusahaan Penerbit Mizan. Haidar Bagir lahir di Solo, 20 Februari 1957 dan tercatat sebagai alumnus Institut Teknologi Industri (ITB) tahun 1982.

Haidar Bagir mengenyam pendidikan pasca sarjana di Pusat Studi Timur Tengah Harvard University, AS 1990-1992, dan S-3 Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI) dengan riset selama setahun (2000 – 2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS. Sejak awal 2003, Haidar Bagir mendapat kepercayaan sebagai Ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmu yang berlokasi di Depok.

Dina Y. Sulaeman

Dina Y. Sulaeman

Dina Sulaeman lahir di Semarang pada 30 Juli 1974. Penerima summer session scholarship dari JAL Foundation untuk kuliah musim panas di Sophia University Tokyo ini lulus dari Fakultas Sastra Arab Universitas Padjdjaran tahun 1997. Dina Sulaeman sempat menjadi staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang.

Tahun 1999 meraih beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di Faculty of Teology, Tehran University. Tahun 2011, Dina Sulaeman menyelesaikan studi magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Tahun 2002-2007 ia berkarir sebagai jurnalis di Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Haddad Alwi

Haddad Alwi

Haddad Alwi. (Kapanlagi)

Haddad Alwi adalah penyanyi yang cukup terkenal yang biasa berduet dengan biduanita Sulis. Salah satu lagunya yang berjudul Ya Thoybah, diubah liriknya dalam bahasa Arab dan berisi pujian pada Ali bin Abi Thalib secara berlebihan. Hadad Alwi turut mengunjungi korban konflik sosial Syi’ah di Sampang Madura 29 September 2012. Dia memberi motivasi dan dukungan kepada para pengungsi Syi’ah.

Muhsin Labib

Muhsin Labib

Muhsin Labib. (Youtube)

Labib adalah Dosen Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan lulusan Muhsin Qum Iran.  Muhsin Labib menulis banyak buku tentang Syi’ah dan menjadi pembela Syi’ah Imamiyah di berbagai kesempatan. Di antara buku-bukunya adalah Ahmadinejad: David di Tengah Angkara Goliath, Husain Sang Ksatria Langit, Kamus Shalat, Gelegar Gaza, Primbon Islam, Goodbye Bush,dan lainnya.

Khalid Al Walid

Khalid al Walid

Khalid al Walid

Khalid Al Walid disebut-sebut sebagai penganut Syi’ah. Pengurus MUI Pusat itu adalah alumnus Hawzah Ilmiah Qom. Dalam daftar pengurus MUI yang tercantum dalam situs resminya, Dr. H. Khalid al-Walid, M.Ag yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat. Khalid Al Walid juga menjabat sebagi dewan syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI), ormas lokomotif  kelompok Syi’ah di Indonesia.

TERPOPULER

Keatas