HARIANACEH.co.id — Sebagai negara kepulauan, wilayah Indonesia dikelilingi oleh banyak lautan. Lokasi geografis Indonesia terletak pada lempeng bumi yang labil, di sisi barat Sumatra, di selatan Jawa ke timur Indonesia dan berputar ke utara melalui Nusa Tenggara, Maluku dan diteruskan ke Sulawesi. Lempeng bumi yang labil ini mempunyai potensi besar terjadinya gempa bumi pada dasar laut dalam yang memungkinkan terjadinya tsunami.

Potensi tersebut menjadi lebih besar lagi karena sebagian besar pusat gempa tektonik terletak di bawah dasar laut dalam yang posisinya relatif dekat dengan pantai terutama barat Sumatra dan pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi.

Dalam 100 tahun terakhir, tidak kurang dari 100 tsunami terjadi di Indonesia. Beberapa di antaranya memakain korban manusia sampai ribuan orang. Berikut 5 kota di negara yang pernah porak poranda   akibat tsunami.

1Aceh – Tragedi Yang Menghancurkan Hati Jutaan Orang

Tanggal 26 Desember 2004 tidak akan dilupakan oleh rakyat Aceh. Pada hari itu, pukul 7:58:53 WIB terjadi gempa bumi berkekuatan 9.1 skala Richter di dasar lautan, tepatnya di bujur 3.316° N 95.854° E, kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh. Gempa ini kemudian mengakibatkan tsunami setinggi 30 meter yang gelombangnya menyapu beberapa negara sekaligus, yaitu Indonesia, Sri lanka, India, Thailand, Maladewa dan pesisir timur benua Afrika.

Total, lebih dari 230 ribu nyawa melayang atau ribuan lainnya dinyatakan hilang. Jutaan lorang kehilangan tempat tinggal. Tragedi ini menjadi salah satu bencana terdahsyat di Abad ke-21.

Di Aceh sendiri, pemerintahan lumpuh total. Saluran telepon dan penerbangan terputus. Negeri Serambi Makkah seolah terputus dari peradaban. Tercatat lebih dari 126.000 orang meninggal. Paling banyak dari korban di Negara-negara lain. Puluhan gedung hancur oleh gempa, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh. Di Banda Aceh, sekitar 50 persen bangunan rusak terkena tsunami.

Untuk mengenang tragedi ini, di kota Aceh didirikan Museum Tsunami. Dari kejauhan, bentuknya seperti kapal api. Di salah satu dindingnya tertulis nama-nama korban dalam tragedi tersebut.

Baca Juga:  Sekarang! Satu Bulan Kerja Berhak Dapat THR

2Pangandaran – Tsunami Menyapu Bersih Kehidupan

Hari itu, 17 Juli 2006 sebuah gempa gempa besar berkekuatan 6,8 SR menguncang pesisir pantai perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tidak lama kemudian, tepatnya pukul 15.16, ombak besar setinggi 6 meter menggulung 57 kilo meter pantai di selatan Ciamis, Pangandaran, Kebumen dan dan sekitarnya. Tercatat enam kecamatan dan puluhan desa menjadi porak poranda akibat hantaman tsunami tersebut.

3Tsunami Flores – Rupanya, Daerah Ini Paling Rawan Terkena Bencana

Tsunami di Flores, Nusa Tenggara Timur terjadi pada tanggal 12 Desember 1992. Beberapa saat sebelumnya, tepatnya pada pukul 13.29 WITA terjadi gempa bumi besar berkekuatan 7,8 Skala Richter di lepas pantai Flores. Gempa ini kemudian mengakibatkan terjadinya tsunami setinggi 38 meter.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir bahwa gempa terjadi dan berpusat di Laut Flores, yang berada di sebelah utara laut Maumere, dengan kedalaman 20 km. Tsunami flores terjadi akibat terjadinya pergeseran lempeng bumi yang ada di pula timur Indonesia ini.

Lebih lanjut BMKG menyebutkan bahwa kepulauan Sikka dan pulau Flores merupakan daerah paling rentan terkena gempa karena posisinya yang berada di antara dua lempeng besar, yakni Indo-Australia dan Eurasia. Terjadinya pergeseran dua lempeng besar ini akan sangat berpotensi menimbulkan getaran gempa dan disusul dengan tsunami berkekuatan besar.

Bencana ini sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur. Kota yang paling parah ialah Maumere. Di kota ini, lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat. Korban jiwa yang ditimbulkan juga tidak sedikit. 2.100 jiwa dilaporkan tewas, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang terpaksa mengungsi.

4Banyuwangi – 11 Tahun Lalu, Kota Cantik Ini Juga Pernah Dihantam Tsunami

Dua tahun setelah tragedy tsunami Flores, Indonesia kembali berduka. Pada 2 Juni 1994 terjadi gempa bermagnitudo Ms 7,2 di kawasan timur Pulau Jawa, tepatnya di sekitar Pantai Banyuwangi. Gempa ini terjadi karena ada akumulasi regangan di bidang kontak Lempeng Australia ke Lempeng Eurasia dengan kecepatan 7 cm per tahun.

Baca Juga:  Fadli Zon: Jika Jokowi Ingin Temui Pak Prabowo, Ia Pasti Menerimanya

Besarnya gempa tidak hanya dirasakan di sekitar Banyuwangi saja. Beberapa wilayah di dekatnya, seperti Bali, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Lombok dan Sumbawa turut merasakan getaran akibat gempa tersebut.

Di Banyuwangi gempa ini memicu terjadinya tsunami berkekuatan tinggi berkecepatan 300 kilometer per jam yang menyapu bagian selatan kota. Daerah yang paling parah adalah di sekitar Teluk Pancer, di mana di mana run ups setinggi 14 meter terjadi. Sekitar 250 orang tewas, ratusan terluka dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

5Biak – 300 Gempa Susulan Membuat Warga Panik Luar Biasa

Tsunami seolah menjadi siklus dua tahunan di negara kita. Dua tahun setelah tsunami Banyuwangi, pada tahun 1996 tsunami menghantam Biak, Papua. Gempa dilaporkan terjadi pada tanggal 17 Februari 1996, dengan kekuatan 8,1 Skala Richter. Pusat gempa berada di lokasi 50 km di sebelah utara Biak dengan koordinat 0.5 LU, 135.8 BT di kedalaman 21 km. Gempa Biak diikuti oleh sekitar 300-an gempa susulan yang menunjukkan bahwa telah terjadi banyak retakan pada kerak bumi di sekitar pusat gempa.

Seaat setelah gempa, penduduk melaporkan surutnya air laut . 5-10 menit kemudian, gelombang besar datang dengan suara yang bergemuruh, dengan kecepatan rata-rata antara 300-600 km per jam.

Tinggi tsunami berkisar antara 1-7 meter. Namun di Teluk Korim tingginya mencapai 12 meter. Bencana di Biak ini telah menyebabkan tidak kurang dari 109 orang meninggal, 51 orang hilang, 1.018 rumah hancur total, dan ratusan fasilitas umum rusak. Kerusakan-kerusakan pada bangunan dan bencana yang terjadi disebabkan oleh tiga faktor, yaitu gempa, sapuan gelombang tsunami, dan longsoran.

loading...