HARIANACEH.co.id — Presiden Joko Widodo telah menggelar Acara halal bi halal di Istana Negara Jakarta pada Rabu (22/7/2015). Acara tersebut baru dapat digelar usai Hari Raya Idul Fitri, karena saat Lebaran Jokowi berada di Aceh dan Solo. Acara ini dihadiri oleh seluruh staf Istana Kepresidenan dan para menteri Kabinet Kerja.

Untuk menggelar acara tersebut, Presiden Jokowi telah menghabiskan anggaran Rp 983 juta dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Hal tersebut berdasarkan catatan yang dimiliki Centre For Budget Analysis, Kamis (23/72015).

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengatakan, anggaran tersebut diperuntutkan untuk pengadaan snack dan minuman dalam rangka acara silaturahmi Presiden RI menyambut hari raya idul fitri 1436 H sebesar Rp 400.000.000. Kemudian, pengadaan jamuan bagi presiden RI dan keluarga serta para menteri dan korps diplomatik dalam rangka acara open house idul fitri 1436 H sebesar Rp 583.437.000.

Baca Juga:  Saleh Husin Terkejut Bahwa Panasonic dan Toshiba Tutup

“Dari dua kegiatan diatas, telah ditender secara terbuka. Tetapi, ada kejanggalan yang begitu menganehkan yaitu, pemenang dua kegiatan diatas dimenangkan oleh satu perusahaan saja yakni oleh PT Cultureroyale Indonesia yang terletak di Jl komplek TNI AU Triloka Pancoran, Jakarta selatan,” kata Uchok.

Padahal, sambung dia, banyak dalam menggelar acara tersebut yang ikut tender. Namun, hanya PT Cultureroyal Indonesia saja yang menang. Pemenangan tender itu pun dirasa aneh oleh Uchok. “Seperti hanya dengan bacaan mantra “bim salahbim” perusahaan lain dikalahkan atau disingkirkan dalam lelang.”

Kemudian, sambung dia, ada kejanggalan lain yakni mengenai harga pemenang dari PT Cultureroyale Indonesia terlalu tinggi yaitu sebesar Rp 353.000.000. Sedangkan ada harga yang rendah dan murah dikalahkan oleh panitia tender yaitu PT Lotus Veora Sejati hanya sebesar Rp 342.000.000.

Baca Juga:  Di Sesi Perdagangan Siang, Pasar Saham IHSG Terus Melaju

“Artinya, dengan kalahnya perusahaan yang menawarkan yang lebih rendah dan murah, potensi negara dirugikan sebesar Rp 11.000.000.”

Dia pun meminta, proses lelang di lingkar Istina segera diusut. Pasalnya, sambung Uchok ada bayangan keanehan dalam menentukan pemenang lelang ini. “Istana…istana…istana sudah menghambur hambur duit untuk anggaran leberan Jokowi, tapi lelangnya nggak becus lagi,” tutupnya.