HARIANACEH.co.id — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir mengimbau calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di perguruan tinggi (PT) agar mengecek status PT tersebut.

Caranya, dengan mengklik forlap.dikti.go.id calon mahasiswa dapat mengetahui aktif tidaknya perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Menurut dia, hal ini agar calon mahasiswa terhindar dari lilitan masalah yang tengah membelenggu perguruan tinggi tersebut. Jika salah langkah dengan memilih kampus yang bermasalah, maka mahasiswa itu harus menempuh ulang studi di PT lain karena ijazah mahasiswa dari PT yang bermasalah itu ditahan oleh pemerintah dan tak bisa dikeluarkan.

Baca Juga:  Benarkah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Terkesan Seperti Menantang?

“Mahasiswa yang ingin mau masuk kampus, buka forlap.dikti.id, di situ terpampang (perguruan tinggi) aktif dan nonaktif. Kalau nonaktif, (perguruan tinggi) itu sedang ada masalah,” ujar Nasir saat mengunjungi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru jalur mandiri Universitas Diponegoro (Undip) di SMKN 29, Jalan Prof Joko Sutono SH Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2015).

Saat ini, kata dia, ada beberapa kampus yang bermasalah dan tak boleh mengeluarkan ijazah serta menerima mahasiswa baru, salah satunya di Jawa Timur. Kampus tersebut adalah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang, IKIP Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember dan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.

Baca Juga:  Polisi Usir Pengacara Bambang Widjojanto dari Ruang Pemeriksaan
Forlap Dikti
Forlap Dikti

 

Pemerintah membekukan ketiga kampus tersebut karena telah melakukan kecurangan dalam proses pembelajaran. Kampus-kampus itu melaksanakan waktu perkuliahan kurang dari proses pembelajaran yang telah ditentukan pemerintah.

“Misal untuk menempuh S1 itu kan sekitar 144 SKS (Satuan Kredit Semester). Paling tidak harus delapan semester (empat tahun). Kalau 1-2 tahun langsung lulus, pasti perguruan tinggi itu bermasalah,” paparnya.

Selain tiga kampus yang telah melakukan kecurangan, dua PT di Jawa Barat pun melakukan hal serupa dengan melakukan kecurangan pada proses pembelanjaran. Saat ini, kedua kampus tersebut tengah dalam penyidikan Kemenristek Dikti.

“Selanjutnya, ada dua (kampus) di Jawa Barat (terindikasi melakukan kecurangan dalam proses pembelajaran),” kata Nasir.

loading...