HARIANACEH.co.id — Ahok orang Nomor satu di DKI Jakarta, sedang menakar peluang dirinya untuk kembali ke Partai Gerindra, partai yang menyorongnya maju sebagai pendamping Jokowi di Pemilihan Gubernur DKI 2012 lalu.  Sorongan inilah yang membuat Ahok, kini duduk menjadi Gubernur DKI, menggantikan Jokowi yang kini menjadi Presiden.

Pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 nanti, Ahok menghitung peluangnya kembali. Ketika ditanya apakah kembali ke Gerindra, Ahok mengaku bersedia, asal Gerindra yang berinisiatif mengajak. Meski begitu, menurut Ahok, ada beberapa pentolan Gerindra yang tak sepakat jika ia kembali ke partai berlambang burung garuda itu. Meski pun, kata Ahok, beberapa elit Gerindra sudah membuka pintu.

“Kalau Partai ngajak saya ikut saja, cuma Taufik enggak mau,” kata Ahok di Balai Kota, Jumat (24/7/2015). Taufik yang dimaksud Ahok adalah Muhammad Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta.

Baca Juga:  Waspada, Indonesia Bisa Terperangkap Jebakan Australia

Hubungan Ahok dan Taufik, selama beberapa tahun tak harmonis.  Bermula dari pernyataan Ahok yang tak sepakat dengan sikap Gerindra yang mendukung RUU Pilkada September 2014. Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, ia memilih berhenti sebagai orang nomor satu di Jakarta.

Menurut Ahok, DPRD tak lebih dari kumpulan calo bukan wakil rakyat. Selain itu, ia pun menganggap jika dipilih Dewan sama saja seperti menjadi budaknya. Pernyataan-pernyataan Ahok ini yang membikin Taufik dan Gerindra gerah. Namun sebelum Gerindra mengeluarkan sikap, Ahok terlebih dahulu mengundurkan diri dari partai itu.

Bukannya berhenti, justru perseteruan Ahok, Taufik dan Dewan semakin hebat. Puncaknya ketika proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015 yang dihiasi saling tuduh. DPRD yang dimotori Taufik menuding Ahok menyalahi aturan dalam penyusunan APBD. Sedangkan Ahok menuduh Dewan memasukan anggaran siluman.

Pasca lebaran, ketegangan sempat mereda. Taufik bersama sejumlah anggota DPRD hadir dalam acara halal bi halal yang digelar Ahok. Dalam acara itu Taufik dan Ahok nampak akrab. “Suasana seperti ini yang harus dijaga,” kata Taufik.

Baca Juga:  Tak Dilapori Harga Raskin, Jokowi Kecewa

Suasana ini juga yang kemudian memungkinkan Gerindra untuk kembali mencalonkan Ahok di pilkada 2017. “Waktu dua tahun masih lama. Segala sesuatu memungkinkan,” kata Wakil Ketua Dewan Pembinan Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Mendapat angin seperti itu, Ahok tak sesumbar. “Pak Hashim enggak bilang tarik, cuma bilang kemungkinan ada,” ucapnya. Tapi, kalau Taufik yang tanda tangan untuk meresmikan pencalonannya sebagai gubernur lagi, pasti tak akan tanda tangan.

Taufik pun tak rela kalau Ahok kembali diusung Gerindra. “Lagian Ahok itu belum pernah dipilih. Waktu itu kan orang milih Jokowi. Garis tangan aja. Di internal masih banyak yang pantes. Ada Sekjen, ada Taufik, ada Sanusi. Emang gue gak pantes jadi gubernur?”