ACEH

Panggilan KPK Akhirnya Dipenuhi Gubernur Gatot dan Istri Mudanya

HARIANACEH.co.id — Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evi Susanti, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka bakal diperiksa penyidik KPK terkait kasus penyuapan hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Medan. Gatot dan Evi bungkam saat ditanya wartawan sebelum masuk gedung KPK.

Menggunakan kemeja batik hijau yang disandingkan dengan celana hitam, Gatot tiba pukul 09.40 Wib. Di waktu yang bersamaan, terlihat Evi mengenakan baju hijau dan kerudung serta rok hitam turut berjalan di sebelah Gatot. Pengacara Razman Arief Nasution juga ikut mendampingi kedatangan dua kliennya.

Perkara penyuapan ini disidik KPK setelah menangkap lima orang pada 9 Juli lalu. Mereka yaitu anak buah pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis bernama M. Yagari Bhastara alias Gerry, Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan; Syamsir Yusfan, panitera sekretaris PTUN Medan; dan dua hakim PTUN Medan bernama Amir Fauzi dan Dermawan Ginting. Lima hari kemudian, KPK menjebloskan OC Kaligis ke rumah tahanan.

Nama Gatot dan Evi mencuat setelah dikenakan Evi dikenakan status cegah oleh KPK. Gatot disebut-sebut terlibat di perkara itu lantaran diyakini tahu soal pendanaan uang suap.

Gatot pernah diperiksa penyidik KPK hingga 12 jam pada Rabu, 22 Juli 2015. Usai diperiksa, ia mengaku letih dan terlihat pucat. Razman yang ikut mendampingi, mengatakan kliennya sempat ditanya soal pendanaan suap. “Penyidik mengira Gatot yang mendanai suap,” kata Razman, Kamis, 23 Juli 2015.

TERPOPULER

To Top