HARIANACEH.co.id, DAMASKUS¬†—¬†Seorang jurnalis yang bekerja untuk media pro pemerintah Suriah terbunuh saat melaporkan pertempuran di wilayah timur Damaskus, Senin (27/7/2015).

Dalam sebuah breaking news, seperti dikutip AFP, televisi nasional Suriah melaporkan “kematian jurnalis Pasukan Pertahanan Nasional Thaer al-Ajlani saat dirinya meliput bentrokan di area Jobar.”

Jobar adalah wilayah yang sebagian besar masih dikuasai grup pemberontak, termasuk Al-Nusra Front yang terafiliasi Al Qaeda.

Militan pro pemerintah, termasuk Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) beserta pejuang Hizbullah, telah mengepung area tersebut untuk merebutnya kembali.

Kantor berita SANA juga melaporkan kematian Ajlani. Disebutkan Ajlani sedang meliput pertempuran pasukan pemerintah dengan takfiri (organisasi ekstremis Sunni) untuk stasiun radio Sham FM.

Ajlani juga merupakan koresponden surat kabar Al-Watan yang pro terhadap pemerintah Suriah.

Baca Juga:  Warga Palestina yang Bantu Israel Akan Dihukum Mati Oleh Hamas

Pemberontak menguasai Jobar pada musim panas 2013. Loyalis pemerintah memulai usaha perebutan kembali sejak September tahun lalu.

loading...