HARIANACEH.co.id — Wilayah Bogor, Minggu petang (26/7/2015) mulai diguyur Hujan. Hujan dengan intensitas sedang dan berlangsung hampir 30 menit ini disambut sujud syukur warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Desa Galuga adalah salah satu desa di Kabupaten Bogor yang sudah sebulan lebih mengalami krisis air karena dampak kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah memasok air bersih ke desa ini.

“Alhamdulillah sudah dua kali hujan. Sabtu sore juga sempat hujan lebat,” kata Haryanto, Warga RT. 002 RW 001, Desa Galuga, Cibungbulang, Bogor. Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor ini dan sejumlah warga melakukan sujud syukur saat turun hujan yang pertama pada Sabtu petang.

Baca Juga:  Dialog Damai Jakarta-Papua Didukung DPRD Papua

Hujan yang diiringi petir mulai turun sekitar pukul 17.45 WIB. Tanah kering mulai belah kembali dibasahi air hujan. Jalanan berdebu terlihat lebih bersih setelah diguyur hujan. “Mudah-mudahan hujan lebih lama supaya sumur kami yang kering kembali terisi air,” kata Idrus warga Kampung Sawah, Desa Leuwi Liang, Kecamatan Leuwiliang.

Adapun wilayah Kota Bogor dan sekitarnya masih belum diguyur hujan. Sempat turun gerimis di sebagian Kecamatan Ciomas pada Sabtu.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor dan warga melaksanakan salat Istiska. Salat untuk meminta hujan ini dilaksanakan di Lapangan Sempur pada Jum’at siang (24/7/2015).  “Sesuai arahan Pak Wali Kota, warga diminta melaksanakan salat Istiska,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor Adam Ibrahim.

Baca Juga:  JK Akan Giring Atlet Indonesia Lebih Berprestasi