HARIANACEH.co.id, SYDNEY¬†—¬†Saluran televisi SBS asal Australia membela sebuah program reality show yang mengirim pesertanya ke zona perang Islamic State (ISIS) di Suriah.

Menurut SBS, acara ini bertujuan mengubah pandangan penonton mengenai kesulitan yang dialami para pengungsi di Suriah. SBS menegaskan semua peserta acara ini mendapat pengamanan maksimal.

SBS berencana menyiarkan episode pertama dari tiga bagian acara “Go Back to Where You Came From” pada Selasa (28/7/2015) malam. Dalam potongan video yang dirilis SBS, terlihat tiga dari enam peserta berlari dan berlindung di belakang bangunan di tengah suara tembakan mortir.

Baca Juga:  Nama Sandiaga Uno Terselip di Panama Papers, Ini Klarifikasinya

“Ada mortir datang. Tetap menunduk,” ucap seorang pria yang mengawal para peserta. “Tetap menunduk di dekat tembok ini. Kita tidak ingin mereka tahu kita ada di sini. Mereka ada di depan kita,” sambung dia, seperti dikutip AFP.

Dalam video promosinya, SBS mengatakan para peserta “dikawal ke garis depan Suriah oleh tentara Kurdi, yang sedang melindungi sebuah desa di bawah ancaman ISIS.” SBS mengklaim keamanan peserta adalah prioritas utama. Sebuah kontraktor keamanan privat juga disewa untuk mengawal peserta.

“Situasi yang tertangkap kamera tidak direncanakan, tapi juga sudah terduga karena itu adalah zona perang,” ujar pernyataan SBS.

“Tim keamanan bersenjata sudah bersiap untuk situasi seperti ini, dan mengambil langkah sigap untuk memindahkan peserta dan kru televisi ke lokasi aman,” tambahnya.

Baca Juga:  Polisi Belgia Menangkap 4 Terduga Perekrut ISIS

Kim Vuga, salah satu peserta, mengaku merasakan pengalaman menegangkan saat tiba di Suriah.

“Skenario terbuknya adalah peluru mereka (ISIS) benar-benar dapat mengenai kami. Kami diminta mendengarkan apakah ada suara seperti siulan di udara, yang berarti telah ada mortir yang ditembakkan. Kami diberitahu memiliki waktu 30 detik untuk berlari sejauh 100 meter,” kata Kim.

“Rasanya benar-benar gila dapat melihat langsung bendera hitam (ISIS) di lokasi sebenarnya,” sambung dia.

loading...