HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sejarawan Ragu tentang Status Al-Quran Tertua Dunia

3

HARIANACEH.co.id – Anggota sejarawan dan pakar manuskrip menyatakan keraguan mereka tentang penemuan manuskrip al-Quran yang diduga tertua di dunia oleh Universitas Birmigham, minggu lalu.

Universitas itu baru-baru ini mengungkapkan dua kekulit yang ditulis menggunakan bentuk tulisan ‘Hijazi’ Arab lama yang terpercaya ditulis sekitar 568 sampai 645 Masehi.

Universitas itu mengklaim manuskrip tersebut mungkin ditulis sekitar waktu kehidupan Nabi Muhammad SAW. Namun, koran Makkah melaporkan kemarin bahwa beberapa faktor membuktikan manuskrip itu kemungkinan besar ditulis setelah kematiannya.

Ahli berpendapat bahwa ketika zaman Nabi Muhammad SAW, tidak ada pemisah antara surah menggunakan warna merah, selain tidak ada tinta merah digunakan untuk menulis kalimat Bismillah pada awal surah. Selain faktor bahwa surah di dalam al-Quran tidak disusun seperti keadaannya pada zaman ini.
Ahli manuskrip, Abdul Sattar Al-Halouji menuduh universitas itu sekadar berhelah untuk mendapatkan publisitas.

“Sulit untuk mengidentifikasi apakah naskah tersebut ditulis ketika hidup Nabi Muhammad SAW. Pihak universitas harus mengkaji tinta dan bukan kekulit digunakan, “katanya.

Sementara itu, seorang ahli arkeologi mengatakan: “Manuskrip itu mungkin ditulis pada zaman Usman bin Affan, yang menjadi khalifah beberapa tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.”

Dekan perpustakaan Universitas Umm Al-Qura, Adnan Al-Sharif pula mengatakan, ada banyak keraguan mengenai klaim penemuan manuskrip tertua itu.

Katanya, pemeriksaan radiokarbon manuskrip pula hanya dapat menunjukkan abad dan bukan tahun itu ditulis. Pendiriannya sama dengan seorang lagi ahli manuskrip, Abbas Tashkandi yang berpendapat kekulit tersebut lebih tua dibandingkan tulisannya.

loading...