HARIANACEH.co.id, DENPASAR — Putusan hakim praperadilan, Achmad Peten Silli, yang menolak gugatan praperaadilan yang dilakukan Margriet CH Megawe, 60, terhadap Polda Bali terkait status tersangka yang disandangnya, disambut gembira dan sujud syukur kedua orang tua Angeline, Rosidiq dan Hamidah.

Saat ditemui di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Rabu malam, Rosidiq mengaku gembira dan bersyukur atas putusan tersebut.

Artinya, penolakan itu tetap menempatkan Margriet sebagai tersangka utama pembunuhan Angeline. “Tentunya kami sangat bersyukur atas putusan praperadilan ini,” ungkap Rosidik yang diamini Hamidah.

Dengan adanya putusan praperadilan tersebut, Rosidiq berharap agar kasus pembunuhan buah hati mereka itu segera disidangkan.

Baca Juga:  Mahasiswa Ciptakan Alat Penyiram Otomatis

“Harapan kami ke depan, kasus ini segera disidangkan dan Margriet dihukum yang seberat-beratnya,” harap Rosidik.

Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini juga berharap kepolisian mengungkap kasus ini hingga tuntas. Ia berharap, apabila masih ada tersangka yang lain, pihak kepolisian dapat mengungkapnya.

“Apakah masih ada tersangka lagi atau tidak? Kami tidak tahu. Tetapi, kami sangat berharap kepolisian mengusut kasus ini sampai tuntas. Kalau memang masih ada tersangka lagi harap diungkap,” imbuhnya.

Seperti diketahui, gugatan praperadilan yang dilayangkan kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompul dan rekan, ditolak hakim tunggal Achmad Peten Sili di Pengadilan Negeri Denpasar, siang tadi.

Penolakan itu disambut baik oleh sebagian besar pihak, terutama kedua orang tua Angeline.

Baca Juga:  Penegakan Hukum Terpadu Diperkuat Bawaslu
loading...