HARIANACEH.co.id– Wartawan senior yang juga Kepala Biro Harian Aceh Indonesia Kabupaten Aceh Jaya, Asrul Sani Al-Maktubi mengatakan, “siapapun yang berprofesi sebagai jurnalis adalah orang-orang yang sangat dekat dengan surga dan neraka.”

Dekat dengan surga, kata dia, jika seorang kuli tinta itu melakukan kerja jurnalistik dengan baik. Seperti memberikan edukasi dan informasi yang akurat, berimbang dan terpercaya dari narasumber yang kredibel pula.

Akan tetapi, sambung dia, sangat dekat bahkan bisa dipastikan akan berada di neraka kelak, bila insan pers itu semata-mata mencari keuntungan pribadi dengan profesinya itu. Bahkan justru mengunakan kartu pers yang dimilikinya hanya untuk menakut-nakuti narasumber, pejabat dan sejumlah pihak.

Baca Juga:  Ketika Harga Makanan Dinaikkan Maka Asumsi Orang Akan Berubah Drastis

“Wartawan itu ada dua jenis. Pertama dekat surga dan kedua penghuni neraka,” ungkap Asrul di Bidjeh Kopi, Lambhuk, Banda Aceh, Jum’at (31/7/2015) sore.

Selain surga dan neraka, wartawan juga ada terbagi atas dua kategori buruk yang harus dihindari. Yakni Cuma nanya-nanya (CNN) dan Wartawan Tanpa Surat Kabar (WTS).

“Kedua kategori tadi tidak baik. Menjadi malang dan durjalah bila seorang abdi publikasi berprilaku seperti dimaksud,” pungkas Adik Ipar Bupati Aceh Jaya itu. (HAI/Rina Azvira)

loading...