HARIANACEH.co.id — Bupati Aceh Utara Muhammad Taib, berpendapat aksi kekerasan bersenjata api yang marak terjadi selama ini, menyurutkan minat para investor untuk menanam modal di kabupaten yang memproduksi minyak dan gas itu.

“Aksi kriminal yang dilakukan oleh kolompok yang masih angkat senjata ini sangat berpengaruh minat investor untuk masuk ke Aceh Utara, baru-baru ini ada investor yang berniat menanam modal di sektor pertanian sepertinya sudah berniat lagi, karena tidak ada jaminan keamanan,” kata Muhammad Taib yang akrab disapa Cek Mad.

Investor ini kata Cek Mad, awalnya mereka sangat serius untuk menanam modal, sudah berkali-kali berkunjung dan melakukan survey lahan perkebunan warga yang tersedia sesuai kebutuhan pemilik modal itu. Seiring munculnya kelompok yang bersenjata itu, mereka mengurungkan niat untuk masuk ke kabupaten tersebut.

Baca Juga:  Abu Kuta Krueng Peusijuek Bupati Cek Mad

“Ini sangat kita sayangkan, dampaknya sangat berpengaruh terhadap iklim investasi di Aceh Utara. Seharusnya sudah bisa terserap lagi tenaga kerja yang di sini,” tambah Cek Mad.

Hingga saat ini tambah Cek Mad, masih tetap membangun komunikasi dengan investor tersebut dan terus membangun hubungan serta menyakinkan para investor bahwa bahwa berinvestasi di Aceh tetap aman.

Aksi kekerasan bersenjata ini kata Cek Mad, harus segera diselesaikan, sehingga keamanan di Aceh tetap terjaga dengan baik, pandangan para pihak terhadap Aceh tetap kondusif dan masyarakat pun bisa beraktivitas seperti biasa.

Keamanan Aceh terganggu setelah peristiwa penembakan dua anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara beberapa bulan lalu, kelompok bersenjata ini terus dikejar oleh Polisi Aceh.[]

Baca Juga:  KIP ACEH Launching Rumah Pintar Pemilu