HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Din Syamsuddin Usulkan Tiga Tokoh Muhammadiyah Jadi Pahlawan Nasional

8

HARIANACEH.co.id — Din Syamsuddin selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8/2015). Dalam pidato pembukaannya, Din mengusulkan ke Presiden Joko Widodo agar tiga tokoh Muhammadiyah mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Ketiga tokoh tersebut dinilai memiliki peran sejarah dan peran kebangsaan yang sangat nyata dalam melahirkan negara Republik Indonesia. Ketiganya yakni, Abdoel Kahar Moezakir, Ki Bagus Hadikusumo, dan Kasman Singodimejo.

“Walaupun mereka kami yakin tidak memerlukan penghargaan negara, tetapi sudah sewajarnyalah negara memberikan gelar pahlawan nasional bagi mereka bertiga,” kata Din.

Abdul Kahar Muzakir merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga rektor Universitas Islam Indonesia yang pertama. Ki Bagus Hadikusumo juga merupakan tokoh BPUPKI dan juga mantan Ketua PP Muhammadiyah. Sementara, Kasman Singodimejo merupakan Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat yang menjadi cikal bakal dari DPR.

Muktamar Muhammadiyah yang dimulai hari ini akan berlangsung hingga Jumat (7/8/2015) mendatang. Din mengatakan, pada muktamar kali ini Muhammadiyah ingin mengukuhkan komitmen terhadap Indonesia, negara yang ikut didirikan oleh Muhammadiyah.

Menurut dia, Muhammadiyah memiliki komitmen yang tinggi terhadap negara Pancasila.“Dalam muktamar ini, ingin kita kukuhkan lagi negara Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah, negara kesepakatan dan negara kesaksian. Muhammadiyah siap bersama warga bangsa yang lain untuk mengisi negara Pancasila untuk mencapai cita-cita nasional yang telah ditetapkan oleh pendiri bangsa ini,” jelas Din.

Selain dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, pembukaan Muktamar Muhammadiyah juga dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, anggota DPD RI AM Fatwa, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, pimpinan DPR RI, tokoh partai politik, ketua organisasi keagamaan, perwakilan organisasi internasional dan perwakilan duta negara sahabat.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh puluhan ribu warga Muhammadiyah yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Di hadapan para hadirin, Presiden Joko Widodo mengajak Muhammadiyah dan Aisyiyah menjadi contoh untuk membangun masyarakat yang hidup damai, rukun dan beragama.

Menurutnya, Muhammadiyah telah lama menyuarakan hal itu dan memiliki tanggung jawab untuk membangun keIndonesiaan yang berkeadilan sosial dan menghargai perbedaan.  “Insya Allah, Muhammadiyah dan Aisyiyah mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa,” katanya.

loading...