HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

KMPA dan Persatuan Geuchik Dukung Pembangunan di Aceh Timur

6

HARIANACEH.co.id – Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh (KMPA) Kabupaten Aceh Timur dan Persatuan Geuchik Aceh Timur mendukung keberlangsungan program pembangunan di daerah itu, kendati ada selentingan dan aksi damai yang dilakukan orang yang mengatasnamakan eks kombatan menuding bupati setempat telah melakukan tindakan pemotongan dana 10 persen dari setiap pekerjaan proyek untuk kepentingan pribadi semata.

“KMPA mengecam keras dan mengutuk oknum penebar isu fee proyek sebesar 10 persen sehingga menimbulkan reaksi dikalangan saudara kami anggota KPA,” tegas Ketua KMPA Aceh Timur,  Irwanda ketika berorasi di halaman  gedung pusat pemerintahan Aceh Timur di Idi Rayeuk, Senin (3/8/2015).

Dia mengaku sangat kecewa atas aksi yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan kombatan yang serta-merta melakukan demonstrasi terkait isu miring terhadap pemerintah daerah yang sedang menggalakkan pembangunan disemua sendi kehidupan masyarakat.

Dikatakannya, KMPA sebagai elemen pemuda sangat berkeinginan untuk menyatukan persepsi semua pihak dalam rangka mendukung pembangunan yang sedang berlangsung.

Kata dia, masih saja ada oknum tertentu yang mencoba memperkeruh suasana dan ingin menciptakan paradigma buruk bagi duet kepemimpinan Hasballah M Thaib dan Syahrul Bin Syama’un (Harsyah).

Terkait isu pemotongan fee proyek sebesar 10 persen, Irwanda menjelaskan bahwa sepengetahuan dirinya tidak pernah ada praktik pemotongan dana tersebut. Bisa saja, lanjut dia, itu adalah bentuk pajak yang harus dibayar oleh pelaksana proyek kepada pemerintah, semisal pajak penghasilan (PPH) dan pajak pertambahan nilai (PPN).

“Ada pihak tertentu yang memang tidak senang dan ingin menghancurkan citra kepemimpinan bupati dan wakil bupati dengan melontarkan isu murahan fee proyek tadi,” katanya.

Irwanda berharap siapapun dan oknum dari dan atas nama lembaga apapun, untuk dapat kembali ke jalan yang benar. Jangan merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Aceh Timur yang sedang melaksanakan pembangunan dengan harmonis.

Ia menambahkan, selama ini bupati dan wakil bupati telah banyak melakukan perubahan terhadap pembangunan Aceh Timur. Dicontohkan, pindahnya pusat kantor pemerintahan yang sebelumnya masih bercokol di Langsa kemudian sudah aktif di Titi Baro Idi Rayeuk.

Masyarakat, sambung Irwanda, sangat merasakan nikmat pembangunan yang digalakkan pemerintah. Seperti denyut perekonomian yang memang terus bergerak naik. Perputaran uang tidak lagi berada di daerah tetangga, akan tetapi sudah terpusat di Aceh Timur.

Selanjutnya, pembangunan jalan dua jalur yang selama ini belum pernah dirasakan masyarakat, saat ini jalan itu sudah di depan mata dan bisa dipergunakan warga sebagai jalur transportasi yang mulus.

Karenanya, ia sangat kecewa bilamana masih ada oknum tertentu yang kerap mencari keutungan pribadi dan mencoba menggoyahkan harmonisasi pemerintahan yang sedang berjibaku dalam membangun Aceh Timur.

“Kami mengajak semua pihak mendukung pemerintah dalam melanjutkan dan menuntaskan program pembangunan yang sedang berlangsung. Jangan karna nila setitik rusak susu sebelangga,” pungkas Irwanda.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Geuchik Aceh Timur, Mahyuddin meminta semua masyarakat Aceh Timur untuk tanpa ragu memberikan dukungan penuh kepada bupati dan wakil bupati dalam melaksanakan pembangunan di daerah itu.

Dia menilai, selama ini kepemimpinan bupati dan wakil bupati sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat, seperti alokasi dana gampong yang menjadi perhatian serius pemerintahan Rocky dan Syahrul Syamaun. (HAI/Herman)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time