HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pejabat Ini Gelar Rapat ‘Gelap’ Saat KPK Geledah Kantor Gatot

15

HARIANACEH.co.id — Sutrisno Pangaribuan yang saat ini masih menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara mempertanyakan rapat yang digelar Sekretaris Daerah bersama anggota Komisi C DPRD. Sebab, kata dia, rapat yang sedang berlangsung saat Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor Gubernur Sumatera Utara itu tak tercantum dalam Badan Musyawarah DPRD.

“Saya langsung tanya itu rapat apa. Tapi rapat dengan Dinas Pendapatan Daerah, tapi kok tidak tercantum di Bamus DPRD,” ujar Sutrisno di Medan, Minggu (2/8/2015). Selain tak tercatat di Badan Musyawarah, kata dia, Ketua DPRD juga tak tahu ada rapat tersebut. “Kalau resmi pasti tercatat di Bamus dan Ketua DPRD tahu.”

KPK menggeledah kantor Gubernur Sumatera Utara pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari, 11-12 Juli 2015. Penggeledahan itu terkait dengan tangkap tangan terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting, seorang Panitera Syamsir Yusfan. KPK juga mencokok pengacara M. Yagari Bhastara dari Kantor Advokat OC Kaligis. Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Belakangan, KPK menetapkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri keduanya, Evi Susanti, sebagai tersangka kasus penyuapan hakim dan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Keduanya diduga sebagai dalang penyuapan yang sebelumnya telah menyeret pengacara Otto Cornelis Kaligis dan anak buahnya, M. Yagari Bhastara alias Geri, sebagai tersangka.

Sejak awal, penyuapan tersebut disinyalir berhubungan dengan kasus penyelewengan dana Bantuan Sosial dan bantuan daerah bawahan di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012-2013 yang ditelisik kejaksaan. Dugaan penilapan duit pada BOS merupakan bagian dari korupsi dana Bantuan Sosial. Kasus dana Bantuan Sosial ini muncul setelah kejaksaan menerima laporan masyarakat, yang sebagian di antaranya menyitir temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Hasban Ritonga sempat mengaku pada saat penggeledahan KPK, ia sedang memimpin rapat dengan Komisi C DPRD. Dia mengatakan sedang rapat rutin dan evaluasi dengan Komisi C membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat